Darmin: Ekonomi Bocor karena Devisa Tak Kembali
Jumat, 3 Agustus 2018 | 22:04 WIB
Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan maksud penyataannya terkait "ekonomi bocor" yang disampaikan dalam acara Business Lunch, Kamis (2/8) kemarin.
Darmin mengatakan, istilah ekonomi bocor sebenarnya merupakan istilah teknis untuk menggambarkan devisa yang tidak seluruhnya kembali ke dalam negeri. Padahal, devisa ini dibutuhkan untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.
"Saya kemarin itu menjelaskan bahwa, kalau kita mengekspor itu akan menjadi semacam tambahan tenaga untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi kita. Semacam suntikan untuk ekonomi kita tumbuh. Tapi, kalau devisanya tidak masuk, ya tidak menjadi tenaga dalam melahirkan pertumbuhan. Ini dalam bahasa teknis ekonomi disebut bocor dia," ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (3/8).
Dia menegaskan, persoalan kebocoran yang sempat ia sampaikan tersebut bukan terkait dengan korupsi. Dia menjelaskan, kebocoran devisa itu seperti halnya impor yang bersifat mengurangi kekuatan pertumbuhan ekonomi.
Persoalan konversi dari valas menuju rupiah yang masih minim, kata Darmin, juga turut memberikan dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi.
"Ada lagi masuk dia 80 sampai 81 persen tetapi tidak semua ditukarkan ke rupiah. Ternyata yang langsung dalam waktu dekat dari 80-81 persen itu yang ditukarkan ke rupiah hanya 15 persen. Sisanya mana? Ia bikin tabungan valas," ujar Darmin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




