ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Sempurnakan Peta Jalan Industri Fesyen

Senin, 1 Oktober 2018 | 21:35 WIB
LC
EF
B
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih (kiri) bersama Ketua Umum Yayasan Perempuan untuk Negeri Yanti Isfandiary (kanan) memukul rebana sebagai tanda pembukaan Indonesia Moslem Fashion Expo 2018 di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 1 Oktober 2018.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih (kiri) bersama Ketua Umum Yayasan Perempuan untuk Negeri Yanti Isfandiary (kanan) memukul rebana sebagai tanda pembukaan Indonesia Moslem Fashion Expo 2018 di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 1 Oktober 2018. (istimewa)

Jakarta – Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada 2020. Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyempurnakan peta jalan (roadmap) industri fesyen muslim yang dapat mengakomodasi kepentingan pelaku industri demi kemajuan industri ini.

"Rencananya, peta jalan tersebut memprioritaskan program-program yang akan dilakukan, termasuk soal bagaimana ketersediaan bahan baku industri ini agar dapat terjaga keberlanjutannya," kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih, Senin (1/10).

Gati mengakui, bila dalam segi bahan baku, Indonesia masih kalah dari Thailand dan Tiongkok yang menjadi saingan terbesar. Kedua negara itu memiliki ketersediaan bahan baku lebih tinggi dibanding dengan Indonesia yang masih harus impor. "Kan kita banyak impor. Jadi kita tidak bisa kompetisi dari sisi harga. Jadi terpaksa harga kita agak sedikit mahal," ujar dia.

Dia menuturkan, bahan baku yang sudah dapat diproduksi dalam negeri hanya dua, yakni pulp untuk rayon dan poliester. Tapi, polyester masih terkena bea masuk anti dumping (BMAD). "Itu masalahnya, karena antidumping ranahnya Kementerian Perdagangan," tutur dia.

ADVERTISEMENT

Gati menambahkan, pihaknya juga terus berupaya untuk mengintegrasikan sektor hulu dan hilir dalam memajukan industri busana muslim nasional. Salah satu langkah strategisnya, yakni melalui kemitraan desainer dengan pelaku IKM fesyen di dalam negeri. Selain itu, memfasilitasi desainer Indonesia terlibat di berbagai pameran dan fashion show baik di dalam maupun luar negeri, sehingga visi Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia dapat terwujud.

Berdasarkan data Kemenperin, industri fesyen menjadi penghasil devisa cukup besar, dengan nilai ekspor pada Januari-Juli 2018 mencapai US$ 8,2 miliar atau tumbuh 8,7% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sepanjang 2017, tercatat nilai ekspor produk fesyen nasional menyentuh US$ 212,23 miliar. Selain itu, Global Islamic Economy memprediksi pertumbuhan pasar fashion muslim dunia pada 2029 mencapai US$ 327 miliar. Produk fesyen Tanah Air mampu menguasai 1,9% pasar dunia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenperin Buka Pendaftaran SMA dan SMK Vokasi 2026, Ini Syaratnya

Kemenperin Buka Pendaftaran SMA dan SMK Vokasi 2026, Ini Syaratnya

NASIONAL
Menperin Janji Permudah TKDN untuk IKM

Menperin Janji Permudah TKDN untuk IKM

EKONOMI
Kemenperin Perkuat Pengolahan Air dan Limbah

Kemenperin Perkuat Pengolahan Air dan Limbah

EKONOMI
Begini Cara Menperin Dongkrak Kualitas Kopi Indonesia

Begini Cara Menperin Dongkrak Kualitas Kopi Indonesia

EKONOMI
Kemenperin Waswas Perubahan Pajak Mobil Listrik Tekan Penjualan

Kemenperin Waswas Perubahan Pajak Mobil Listrik Tekan Penjualan

EKONOMI
Kemenperin Waspadai Dampak Geopolitik terhadap Bahan Baku Industri

Kemenperin Waspadai Dampak Geopolitik terhadap Bahan Baku Industri

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon