Elnusa Genjot Kontrak Baru US$92 Juta
Jumat, 1 Juni 2012 | 12:51 WIB
Anak usaha PT Pertamina ini berharap dapat meraih pendapatan Rp5,7 triliun di akhir 2012.
Perusahaan jasa energi migas, PT Elnusa Tbk (ELSA) mengejar kontrak baru sebanyak US$92 juta dari total target US$320 juta di 2012.
Menurut Division Head of Corporate Secretary Elnusa, Heru Samodra, saat ini perseroan sudah mengantongi kontrak senilai US$230 juta.
"Kami akan genjot proyek agar target tercapai," katanya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, di Jakarta, hari ini.
Heru menjelaskan, kontrak yang sudah diraih antara lain geoscience sebesar US$128 juta, drilling services US$16 juta dan oilfield services sebesar US$84 juta.
Dengan target kontrak tersebut, anak usaha PT Pertamina ini berharap dapat meraih pendapatan Rp5,7 triliun di akhir 2012. "Untuk laba bersih kami berharap dapat mencetak laba positif," ujarnya.
Sebagai informasi, pada 2011 Elnusa mencetak kerugian sebesar Rp42,77 miliar meski pendapatan konsolidasi perusahaan mencapai Rp4,71 triliun.
Kerugian ini menurut perseroan akibat tertundanya sejumlah tender sehingga tidak bisa terealisasi di tahun buku 2011. Pemicunya adalah tingkat persaingan usaha yang tinggi dan kompleksitas operasional proyek di lapangan.
Perusahaan jasa energi migas, PT Elnusa Tbk (ELSA) mengejar kontrak baru sebanyak US$92 juta dari total target US$320 juta di 2012.
Menurut Division Head of Corporate Secretary Elnusa, Heru Samodra, saat ini perseroan sudah mengantongi kontrak senilai US$230 juta.
"Kami akan genjot proyek agar target tercapai," katanya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, di Jakarta, hari ini.
Heru menjelaskan, kontrak yang sudah diraih antara lain geoscience sebesar US$128 juta, drilling services US$16 juta dan oilfield services sebesar US$84 juta.
Dengan target kontrak tersebut, anak usaha PT Pertamina ini berharap dapat meraih pendapatan Rp5,7 triliun di akhir 2012. "Untuk laba bersih kami berharap dapat mencetak laba positif," ujarnya.
Sebagai informasi, pada 2011 Elnusa mencetak kerugian sebesar Rp42,77 miliar meski pendapatan konsolidasi perusahaan mencapai Rp4,71 triliun.
Kerugian ini menurut perseroan akibat tertundanya sejumlah tender sehingga tidak bisa terealisasi di tahun buku 2011. Pemicunya adalah tingkat persaingan usaha yang tinggi dan kompleksitas operasional proyek di lapangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




