Reksa Dana Saham Masih Layak Dikoleksi
Senin, 19 November 2018 | 09:17 WIB
Jakarta - Meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta mulai masuknya dana asing, dipercaya berbagai kalangan bakal membawa angin segar bagi pasar saham di Indonesia. Terlebih, kinerja perusahaan yang terdapat di bursa masih berada di sisi positif.
Chief Investment Officer PT Danareksa Investment Management (DIM), Edwin Ridwan mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di atas angka 5 persen terdongkrak oleh membaiknya tingkat konsumsi masyarakat.
"Tingkat konsumsi rumah tangga pada tahun ini kembali membaik, atau mengalami pertumbuhan di atas 5 persen," ujar Edwin dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (19/11).
Edwin menambahkan, belanja pemerintah yang fokus pada infrastruktur, ikut mengangkat perekonomian nasional, dengan kenaikan di atas 5 persen. Kondisi Indonesia dinilai lebih baik jika dibanding negara-negara lain, karena dapat membukukan pertumbuhan ekonomi di atas tahun lalu.
"Kondisi in membuat kalangan investor mulai melakukan penyesuaian portofolio yang selama ini menikmati pertumbuhan positif di negara berkembang, mulai melakukan penambahan investasi ke negara maju dari negara berkembang. Namun, situasi ini tidak akan terus-menerus, dimana pada saat ini kalau kita ukur valuasi AS membukukan angka yang relatif tinggi sejak tahun 2011," tambahnya.
Dari pergerakan indeks domestik, saham-saham dalam sektor keuangan dan konsumer bergerak positif pada 2016 dan 2017 membukukan pergerakan positif rata-rata 30 persen hingga 40 persen. Sedangkan indeks LQ 45 dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masing-masing tumbuh di angka 36 persen dan 38 persen.
Untuk investor dalam negeri, bisa melihat kondisi ini sebagai kesempatan baik untuk mulai secara bertahap menempatkan dananya pada reksa dana jenis saham.
DIM sebagai manajer investasi yang memiliki varian reksa dana lengkap, memiliki reksa dana Danareksa Mawar Konsumer 10 yang bisa dipilih. Danareksa Mawar Konsumer 10 yang diluncurkan pada tahun 2011, sampai dengan akhir Oktober dana kelolaannya sudah mencapai Rp 511 miliar.
Pendekatan strategi pengelolaan reksa dana saham Danareksa Mawar Konsumer 10 akan fokus kepada perusahaan-perusahaan yang dapat membukukan kinerja positif di tengah keadaan domestik dan global yang berkembang.
Perusahaan dengan basis ekspor yang baik dan Perbankan yang membukukan kinerja positif dari kenaikan pinjaman tahun ini akan menjadi pilihan dalam portofolio.
Sektor konsumer yang selama ini bergerak negatif, menjadi salah satu pilihan juga menjelang adanya alokasi APBN yang fokus pada subsidi dan dana desa, serta momentum Pemilu Presiden tahun 2019. Secara umum, saham-saham yang ada di LQ45 menjadi fokus di Danareksa Mawar Konsumer 10 saat ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




