ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Fungsi Hedging Sudah Dinikmati Petani Kopi

Selasa, 27 November 2018 | 10:56 WIB
PD
AB
Penulis: Primus Dorimulu | Editor: AB
Stephanus Paulus Lumintang.
Stephanus Paulus Lumintang. (B1/Primus Dorimulu)

Jakarta - Kehadiran Jakarta Future Exchange (JFX) atau PT Bursa Berjangka Jakarta sudah memberikan manfaat kepada para petani Indonesia dalam mengatasi fluktuasi harga. Fungsi hedging akan terus diperluas untuk komoditas lainnya. JFX juga akan terus berusaha untuk memosisikan diri sebagai price discovery atau pembentuk harga bagi komoditas yang dihasilkan di Indonesia.

"JFX belum menjadi price discovery, tetapi fungsi heading sudah dirasakan petani kopi dan kakao," kata Presdir JFX Stephanus Paulus Lumintang kepada Beritasatu.com menjelang Seminar Nasional Perdagangan Berjangka di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (27/11). Seminar ini mengusung tema "How to Make Money in The Future Market".

Menurut Stephanus, tahun ini merupakan tahun kebangkitan buat JFX dalam industri perdagangan berjangka Indonesia. Tahun ini, JFX mencetak pencapaian luar biasa signifikan di arena ekonomi global yang sedang terpuruk. "Secara global kita berkontribusi dalam mengembangkan perekonomian, baik ritel maupun grup secara besar di Indonesia. Banyak sekali investor ritel yang mulai merasakan manfaat dari perdagangan berjangka," katanya.

Salah satu manfaat positif dari kehadiran JFX adalah pengelolaan risiko yang yang dikliringkan di Indonesia. Selain itu, JFX juga mampu mengurangi pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja baru dalam industri perdagangan berjangka. Mereka bisa bekerja di banyak cabang perusahaan pialang yang tersebar di Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Industri ini akan berkembang secara makro. Ke depan Indonesia akan menjadi negara produsen terbesar atas beberapa komoditas yang ada dan dibutuhkan di dunia," katanya.

Saat ditanya kapan Indonesia bisa menjadi penentu harga komoditas, Stephanus menyatakan JFX tidak bisa berdiri sendiri dalam mencapai pembentukan harga melalui bursa berjangka. "Kita membutuhkan berbagai pihak, baik dari pelaku pihak fisik, para investor, maupun kebijakan-kebijakan yang harus dikeluarkan pemerintah. Kami ingin secepatnya menjadi bursa acuan yang bisa menentukan harga komoditas yang dihasilkan Indonesia," katanya. 

Sinergi antarlembaga pemerintah merupakan hal penting untuk mewujudkan JFX sebagai bursa acuan yang bisa menentukan harga komoditas. "Kami rasa saat ini sudah harus dipikirkan untuk bisa dijalankan pembentukan harga. Buka kesempatan buat badan usaha milik negara untuk melakukan hedging atas komoditas yang dihasilkan dan ditransaksikan di bursa berjangka. Regulasi juga harus mendukung," katanya. 

Pada kesempatan itu, Stephanus menyampaikan optimisme bahwa JFX akan maju untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Saksikan videonya di sini:



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ketidakpastian Geopolitik Dorong Kebutuhan Lindung Nilai

Ketidakpastian Geopolitik Dorong Kebutuhan Lindung Nilai

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon