Tol Cileunyi-Garut-Banjar Masuki Tahap Penentuan Lokasi
Senin, 3 Desember 2018 | 15:36 WIB
Bandung - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono mengatakan rencana pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar (Cigatas) saat ini memasuki tahap penentuan lokasi.
"Perkembangan pembangunan Jalan Tol Cigatas itu sedang penentuan lokasi dan akan ditenderkan pada tahun 2019. Penentuan lokasinya kami ajukan kepada Pak Gubernur," kata Menteri Basuki seusai menghadiri Upacara Hari Bakti PU di halaman Gedung Sate Bandung, Senin (3/12).
Menurut dia, pembangunan jalan tol di Pulau Jawa, termasuk Bandung-Banjar ini membutuhkan investasi karena kondisi ekonomi di Pulau Jawa sudah berkembang pesat.
Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan proses uji kelaikan atau (feasibility study/FS) Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) telah selesai dibahas.
"Pemprov Jabar juga telah menyosialisasikan proyek tersebut dengan Menteri PU. Khususnya, dengan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Kami mendapat respons sangat baik dari pusat," kata Iwa Karniwa.
Iwa mengatakan nilai proyek Tol Cigatas sementara ditaksir mencapai Rp 5 triliun hingga Rp 8 triliun dan rencananya akan dilanjutkan sampai ke Cilacap, Jawa Tengah. "Kalau ke Cilacap bisa puluhan triliun," kata dia.
Untuk membiayai proyek tersebut kata dia, sebagian besar menggunakan dana swasta. "Saat ini, proyek tersebut sedang dalam proses pemrakarsa dan lelang investasi," katanya.
Pihaknya berharap lelang investasi pembangunan Tol Cigatas bisa dilakukan tahun 2018 ini sehingga proses pembebasan lahan, proses detail engineering design (DED) dan detail lainnya bisa diselesaikan.
"Kami targetkan 2022 atau 2023 jalan tol ini sudah jadi. Dari hasil FS yang selesai pada tahun 2016, akan ada perubahan jalur. Jadi, kemungkinan ke depan namanya bukan Cigatas," katanya.
Berdasarkan hasil review FS, lanjut Iwa, sesuai daya dukung lahan dan lingkungan ternyata tak pas kalau jalan Tol Cigatas itu jalurnya dari Cileunyi, Garut dan Tasikmalaya. "Kalau itu dilakukan, Cileunyi akan macet karena jalur tersebut melewati Ujung Berung, Rancaekek dan Sumedang," katanya.
Untuk menghindari kemacetan, Pemprov Jabar mencoba berkoordinasi dengan sembilan kepala daerah di wilayah bagian selatan yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




