ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inalum dan Uncen Jalin Kerja Sama Bangun Papua

Rabu, 16 Januari 2019 | 14:20 WIB
RP
WP
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: WBP
Pabrik pengolahan emas (konsentrator) tambang emas PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Timika Papua. Mulai Desember 2018, Freeport menutup Gresberg dan mengalihkan ke penambangan bawah tanah.
Pabrik pengolahan emas (konsentrator) tambang emas PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Timika Papua. Mulai Desember 2018, Freeport menutup Gresberg dan mengalihkan ke penambangan bawah tanah. (BeritaSatu/Adi Prasetya)

Jakarta - PT Inalum (Persero) dan Universitas Cendrawasih (Uncen) menandatangani nota kesepakatan (memorandum of understanding/MoU) kerja sama pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan bidang pertambangan, industri dan energi, Rabu (16/1). Penandatanganan dilakukan di kantor Inalum Jakarta oleh Direktur Utama Inalum Budi Sadikin dan Rektor Universitas Cendrawasih Apolo Safanpo.

Budi mengatakan salah satu mandat holding industri pertambangan adalah menguasai dan mengelola sumber daya alam. Untuk itu, perlu disiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Inalum mendirikan Mining and Metals Industry Indonesia (MMII) yang salah satu fungsinya bersama universitas dan lembaga riset mengembangkan kemampuan para ahli tambang di Indonesia. Kerja sama dengan Universitas Cendrawasih merupakan salah satunya.

"Kami berharap dengan menyiapkan SDM di Papua, ke depannya SDA bisa dikelola secara mandiri oleh putra-putri Indonesia, khususnya Papua," kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (16/1).

Budi mengatakan, nota kesepahaman bertujuan mewujudkan pengelolaan pertambangan, industri dan energi nasional yang berkelanjutan melalui kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan di bidang pertambangan, industri dan energi.

ADVERTISEMENT

Sementara Apolo Safanpo mengapresiasi ajakan kerja sama di bidang tambang ini. Menurutnya sumber daya alam (SDA) di Papua sangat kaya, namun SDM-nya terbatas. "Jadi kami berharap kerja sama ini dapat membantu mengatasi kendala tersebut kedepannya," ujarnya.

Ruang lingkup nota kesepakatan antara Inalum dan Uncen meliputi penyusunan rekomendasi kebijakan strategis untuk mendukung pengelolaan pertambangan, industri, dan energi yang berkelanjutan; serta mengembangkan pertambangan yang ramah lingkungan.

Saat ini MMII telah menandatangani nota kesepakatan dengan lembaga riset terkemuka dari Amerika Serikat, Massachusetts Institute of Technology Energy Initiatives (MITEI). Kolaborasi ini untuk meningkatkan pengembangan teknologi energi rendah karbon dan pertambangan berkelanjutan. Kolaborasi dengan MITEI akan membantu Inalum mengembangkan proyek industri pertambangan yang ramah lingkungan tetapi berbiaya rendah.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menteri HAM: Konflik Papua Tak Bisa Diselesaikan Parsial

Menteri HAM: Konflik Papua Tak Bisa Diselesaikan Parsial

NASIONAL
11 Ruko Koperasi Zipur Waena Jayapura Terbakar

11 Ruko Koperasi Zipur Waena Jayapura Terbakar

NUSANTARA
14 Orang Ditangkap Akibat Kerusuhan Seusai Laga Persipura vs Adhyaksa

14 Orang Ditangkap Akibat Kerusuhan Seusai Laga Persipura vs Adhyaksa

NUSANTARA
Petrosea Dukung Pemberantasan Malaria di Papua, Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Petrosea Dukung Pemberantasan Malaria di Papua, Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

LIFESTYLE
Komite Publisher Rights Dorong Kebebasan Pers di Papua

Komite Publisher Rights Dorong Kebebasan Pers di Papua

NASIONAL
Baru 308 dari 118.000 Peserta BPJS Kesehatan Papua yang Direaktivasi

Baru 308 dari 118.000 Peserta BPJS Kesehatan Papua yang Direaktivasi

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon