WK Duyung Ganti Skema Jadi Gross Split

WK Duyung Ganti Skema Jadi Gross Split
Arcandra Tahar ( Foto: Antara/M Agung Rajasa )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Kamis, 17 Januari 2019 | 18:29 WIB

Jakarta - Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas bumi Duyung menambah jumlah kontrak kerja yang menggunakan skema gross split. Blok migas yang terletak di lepas pantai Cekungan Natuna Barat itu sebelumnya menggunakan skema bagi hasil cost recovery.

Peralihan skema kontrak bagi hasil itu ditandatangani hari ini dan disaksikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar. "Saya waktu itu berjanji selesaikan kontrak ganti gross split dalam sebulan. Dan hari ini menjadi saksi benar satu bulan," kata Arcandra di Jakarta, Kamis (17/1).

Arcandra menerangkan kontrak kerja sama WK Duyung sebelumnya ditandatangani 16 Januari 2007 menggunakan skema bagi hasil cost recovery dan saat ini masih berstatus Wilayah Kerja Eksplorasi dengan kontraktor West Natuna Exploration Ltd. Perubahan skema ini tidak mempengaruhi masa kontrak bagi hasil selama 30 tahun dari tanggal efektif kontrak awal atau sampai dengan 16 Januari 2037. Luas wilayah kerja saat ini adalah 926,94 kilometer persegi.

"Pemerintah berpesan kepada kontraktor agar melanjutkan proses penyelesaian Plan Of Development, sehingga lapangan tersebut dapat segera berproduksi," ujarnya.

West Natuna Exploration Ltd merupakan KKKS kedua yang beralih menggunakan skema gross split. Perubahan menjadi skema gross split sebelumnya telah dilakukan oleh Eni East Sepinggan pada 11 Desember 2018 lalu. "Dengan demikian, kontrak migas yang menggunakan skema gross split tercatat sebanyak 37 kontrak," ujar Arcandra.

Sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku, biaya yang sudah dikeluarkan kontraktor pada masa eksplorasi tetap diakui dan diberlakukan sebagai biaya operasi. Kontraktor dan participating interest pada WK Duyung 100 persen dipegang oleh West Natuna Exploration Ltd.



Sumber: BeritaSatu.com