IHSG Dibuka Langsung Anjlok
Selasa, 12 Juni 2012 | 09:43 WIB
Pelemahan IHSG akibat sentimen negatif kenaikan yield obligasi Spanyol.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini berada dalam tren negatif.
Hingga pukul 09.36 JATS, IHSG melemah 33,21 poin (0,86 persen) menjadi 3.833,00, adapun indeks LQ-45 turun 6,33 poin (0,96 persen) ke level 651,75. Indeks saham syariah (ISSI) melemah 0,94 (0,73 persen) menjadi 127,49.
Pelemahan IHSG akibat sentimen negatif kenaikan yield obligasi Spanyol meningkat menjadi 6,5 persen atau tertinggi sejak Mei 2012. Kenaikan yield mengindikasikan investor mengurangi berinvestasi pada tenor panjang sekaligus memicu kekhawatiran penyelesaian krisis utang Eropa.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Senin (11/6) malam pukul 22.20 waktu New York (pagi ini waktu Indonesia) melemah US$1,13 (1,37 persen) ke level US$81,57 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil menguat 1,06 (1,09 persen) ke level US$98,00.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Senin (11/6), rupiah berada di posisi Rp9.433 per dolar, atau tetap dari penutupan hari sebelumnya sebesar Rp9.433 dengan kisaran perdagangan Rp9.480 - Rp9.386.
Sementara dikutip dari IMQ21, rupiah pagi ini berada di posisi Rp9.453, atau melemah 8,00 poin (0,08 persen) dari perdagangan sebelumnya Rp9.445.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini berada dalam tren negatif.
Hingga pukul 09.36 JATS, IHSG melemah 33,21 poin (0,86 persen) menjadi 3.833,00, adapun indeks LQ-45 turun 6,33 poin (0,96 persen) ke level 651,75. Indeks saham syariah (ISSI) melemah 0,94 (0,73 persen) menjadi 127,49.
Pelemahan IHSG akibat sentimen negatif kenaikan yield obligasi Spanyol meningkat menjadi 6,5 persen atau tertinggi sejak Mei 2012. Kenaikan yield mengindikasikan investor mengurangi berinvestasi pada tenor panjang sekaligus memicu kekhawatiran penyelesaian krisis utang Eropa.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Senin (11/6) malam pukul 22.20 waktu New York (pagi ini waktu Indonesia) melemah US$1,13 (1,37 persen) ke level US$81,57 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil menguat 1,06 (1,09 persen) ke level US$98,00.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Senin (11/6), rupiah berada di posisi Rp9.433 per dolar, atau tetap dari penutupan hari sebelumnya sebesar Rp9.433 dengan kisaran perdagangan Rp9.480 - Rp9.386.
Sementara dikutip dari IMQ21, rupiah pagi ini berada di posisi Rp9.453, atau melemah 8,00 poin (0,08 persen) dari perdagangan sebelumnya Rp9.445.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




