BRI Optimistis Mengarungi 2019

BRI Optimistis Mengarungi 2019
Jajaran manajemen BRI dalam pertemuan dengan mitra bisnis di Jakarta, 1 Februari 2019. ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Primus Dorimulu / HA Jumat, 1 Februari 2019 | 23:23 WIB

Jakarta - Setelah mencetakk laba bersih Rp 32,4 triliun tahun 2018 atau naik 11,6% dari tahun sebelumnya, PT Bank BRI Tbk optimistis, tahun 2019, bank nasional dengan aset terbesar itu mampu meraih kinerja impresif tahun 2019. Apalagi kondisi ekonomi makro tahun ini diyakini lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Kami optimistis, laju pertumbuhan kredit tahun ini akan berkisar 12-14% dengan kenaikan laba sekitar 10-12%, dan NPL 2-2,2%," kata Dirut PT BRI Tbk Suprajarto pada pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa di Kantor Pusat BRI, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (1/2). Hadir pada kesempatan itu seluruh direksi BRI, termasuk Wakil Dirut Soenarso.

BRI sudah tidak tertandingi oleh bank-bank lain di Indonesia dari segi aset.

Kinerja BRI tahun ini ditopang oleh dana pihak ketiga (DPK) yang diperkirakan bertumbuh 12-14%. Meski ada kecenderungan kenaikan suku bunga, BRI yakin, tingkat bunga yang diberikan bakal bersaing. Namun, Suprajarto mengakui, ada tiga faktor yang membuat perebutan dana masyarakat tahun 2019 bakal ketat, yakni pasar modal, surat berharga negara (SBN), dan perkembangan finctech.

"Menghadapi fintech, kami menerapkan strategi merangkul dan itu sudah dilakukan dengan sukses beberapa tahun terakhir," ungkap Suprajarto.

Baca juga: Saham BRI Cetak Rekor Tertinggi

Meski saat ini sudah menjadi bank terbesar di Indonesia, baik secara individu bank maupun secara konsolidasi, kata Suprajarto, pihaknya akan terus memperbesar aset lewat ekspansi usaha. BRI kini tengah merampungkan pembelian saham mayoritas di PT Danareksa Sekuritas. Sekitar 67% saham Danareksa Sekuritas sudah dikuasai BRI. Rencana ini tidak akan mengganggu proses pembentukan holding perbankan yang tengah dibentuk pemerintah. Diperkirakan pertangahan tahun ini, Danareksa sebagai holding company bank-bank pemerintah sudah terbentuk.

Upaya lain untuk memperbesar aset adalah rencana pembelian asuransi umum. Saat ini, BRI sudah memiliki mayoritas saham di sembilan perusahaan, di antaranya 99% BRI Finance, 91% BRI Life, 87,1% BRI Argo, dan 73% BRI Syariah.

Tak Tertandingi
Suprajarto menambahkan sejak tahun kemarin, BRI sudah tidak tertandingi oleh bank-bank lain di Indonesia dari segi aset. "Dan selisihnya akan makin besar, makin besar, dan makin besar lagi," ujarnya.

Keyakinan dia ini didasarkan pada kinerja dua bank yang menjadi anak perusahaan, yaitu BRI Syariah dan BRI Agro.

"Dengan seluruh BRI Incorporated yang kita miliki sekarang, akan semakin mendorong aset BRI tumbuh cepat. BRI Syariah yang sudah IPO dan alhamdulillah harga sahamnya tetap stabil, bahkan akhir-akhir ini naik luar biasa," ujarnya.

Tahun ini, dua bank tersebut ditargetkan untuk naik kelas menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III.

Baca juga: Ditopang UMKM, Laba BRI Tembus Rp 32,4 Triliun

"Insyaallah tahun ini mudah-mudahan tidak ada aral melintang, BRI Syariah dan BRI Agro akan sudah menjadi BUKU III, dan kita akan dorong terus pertumbuhan mereka. Dari segi permodalan tentu tidak ada kesulitan karena masih banyak yang bisa kita gelontorkan kepada mereka," ujarnya.

"Sekali lagi merupakan satu keuntungan tersendiri buat anak perusahaan karena induknya sangat luar biasa."

Suprajarto juga mengungkap rencana untuk menambah satu atau dua anak perusahaan lagi, termasuk di bidang general insurance.

Simak pernyataan selengkapnya dalam video berikut:



Sumber: BeritaSatu.com