Berapa Pendapatan Orang-orang Terkaya di Dunia?
Senin, 11 Februari 2019 | 10:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Isu kesenjangan ekonomi menjadi perhatian para ekonom, aktivis, dan pembuat kebijakan di seluruh dunia dalam dekade terakhir. Orang-orang terkaya di dunia kerap disebut sebagai "Kelompok 1 Persen" karena jumlahnya sangat sedikit tetapi menguasai sumber daya dan sumber kekayaan dunia yang begitu besar.
Menurut data Global Wealth Databoook 2018 dari Credit Suisse, 1 persen populasi orang-orang terkaya di dunia (orang-orang yang memiliki kekayaan US$ 1 juta ke atas) menguasai 45 persen kekayaan di dunia. Sedangkan orang-orang yang memiliki kekayaan kurang dari US$ 10.000 mencakup 64 persen populasi global, tetapi hanya menguasai kurang dari 2 persen kekayaan dunia. Di tengah-tengah, kelompok dengan kekayaan US$ 100.000 ke atas mencakup kurang dari 10 persen populasi dunia, tetapi menguasai 84 persen kekayaan dunia.
Menurut data World Inequality Database, Statistics Canada tahun 2017, pendapatan tahunan sebelum pajak untuk menjadi kelompok "1 persen" dunia berbeda-beda di tiap negara. Misalnya: di India pendapatan kelompok "1 persen" dimulai dari US$ 81.000, Tiongkok US$ 105.000, Afrika Selatan US$ 162.000, Brasil US$ 169.000, Kanada US$ 190.000, Prancis US$ 215.000, Australia US$ 239.000, Inggris US$ 290.000, Bahrain US$ 473.000, Amerika Serikat US$ 478.000, Singapura US$694.000, dan Uni Emirat Arab US$ 891.000.
Menurut data Forbes, 10 orang terkaya di dunia memiliki total kekayaan US$ 745 miliar. Jumlah ini lebih besar dibanding sebagian besar GDP negara-negara di dunia. Hingga 2018, tercatat ada 2.208 bilyuner.
Menurut data Oxfam, kesenjangan antara populasi terkaya dan termiskin dunia semakin melebar. Pada tahun 2009, jumlah kekayaan 380 orang terkaya di dunia sama dengan total kekayaan dari 50 persen populasi termiskin dunia. Namun, di 2017 lalu, jumlahnya menyusut. Sebanyak 42 orang terkaya di dunia memiliki total kekayaan yang sama dengan 50 persen penduduk termiskin dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




