Andritz Tekankan Pentingnya Asupan Listrik Berteknologi Ramah Lingkungan

Andritz Tekankan Pentingnya Asupan Listrik Berteknologi Ramah Lingkungan
Josef M Ullmer selaku Presiden Direktur PT Andritz Hydro. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Jumat, 15 Maret 2019 | 19:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia hingga kini masih kekurangan asupan listrik dengan hanya mempunyai total kapasitas hidro terpasang sekitar 5.258per MW atau hanya 6 persen dari potensi tenaga air yang layak secara teknis dikembangkan sejauh ini. Pembangkit listrik tenaga air akan memainkan peranan penting dalam skema pengembangan negara ini.

Berkaca dari hal tersebut, PT Andritz sebagai perusahaan penyuplai mesin, penyuplai perlengkapan dan pelayanan bagi turbin hydro turbo bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), merasa perlu untuk mempresentasikan teknologi yang mereka miliki untuk digunakan sebagai asupan listrik bagi masyarakat Indonesia.

"Sebagai negara besar di kawasan Asia, Indonesia pertumbuhannya memang sangat pesat. Namun demikian kebutuhan besar akan energi listrik dan pertumbuhan yang tinggi, potensi besar energi hidro yang belum terpakai dan disaat yang sama, kemampuan finansial terbatas di banyak negara," ujar Presiden Direktur PT Andritz Hydro, Josef M Ullmer, saat ditemui Beritasatu.com dalam acara Customer Gathering Andritz 2019, di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Meskipun telah banyak insentif yang diberikan oleh pemerintah terkait proses perizinan, tetapi secara keseluruhan sangat rumit dan memakan waktu. Apalagi diungkapkan Josef, keinginan dan pengertian yang kurang bagus dari sektor perbankan lokal untuk memberikan skema pembiayaan jangka panjang yang atraktif untuk proyek pembangunan hidro. 

"Kita berharap ini bisa dijadikan peluang baru bagi pasar energi untuk bersama-sama pemerintah dalam hal ini PLN untuk memenuhi asupan listrik di Indonesia dengan tekhnologi yang ramah lingkungan dimana tekhnologi yang kita miliki melakui pembangkit hidro-nya mampu memberikan suplai tenaga listrik tersentralisasi dan desentralisasi dengan harga kompetitif dan ramah lingkungan."

"Hampir seluruh negara mendorong program untuk mendukung investasi swasta pada pembangkit hidro kecil. Hal ini adalah solusi sempuran untuk operasi secara desentralisasi atau di kepulauan, dan pengganti pembangkit tenaga diesel yang paling bersih, handal, dan ekonomis," ungkap Josef.

Ditambahkan Josep, peluang baru di pasar energi di Indonesia memang cukup besar bagi swasta, lantaran anggaran pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat.

Peluang swasta untuk pasar energi dikatakan Josef cukup besar di Indonesia. Hal ini lantaran hingga kini hanya 6 sersen saja tekhnologi yang digunakan Indonesia yang dikembangkan dari potensi tenaga air yang sudah dijalankan. Padahal Indonesia sebagai negara bahari punya potensi besar menyuplai listrik yang sumbernya dari air.



Sumber: BeritaSatu.com