ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemperin Dorong Pemda Gunakan Produk Sneaker Lokal

Selasa, 19 Maret 2019 | 22:20 WIB
AA
FH
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: FER
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Ketua Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Heru Budisusanto, Rektor Universitas Kristen Petra Surabaya Prof. Dr. Ir. Djiwantoro Hardito, M.Eng, Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih pada pembukaan acara Makers Talk di Auditorium Universitas Kristen Petra, Surabaya, Selasa (19/3/2019).
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Ketua Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Heru Budisusanto, Rektor Universitas Kristen Petra Surabaya Prof. Dr. Ir. Djiwantoro Hardito, M.Eng, Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih pada pembukaan acara Makers Talk di Auditorium Universitas Kristen Petra, Surabaya, Selasa (19/3/2019). (Beritasatu Photo/Amrozi Amenan)

Surabaya, Beritasatu.com - Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemperin), Gati Wibawaningsih, mengajak pemerintah daerah (Pemda) untuk berperan mendorong berkembangnya industri persepatuan nasional melalui gerakan pemakaian sneakers lokal. Pasalnya, produk sneaker lokal dinilai memiliki potensi besar baik di pasar dalam negeri maupun ekspor.

"Batik bisa berkembang seperti sekarang karena ada peran pemda yang mewajibkan dan membuat peraturan daerah pada penggunaan batik. Nah, untuk membantu industri persepatuan, kita ingin pemda juga melakukan hal sama pada sepatu sneaker lokal," ujar Gati pada pembukaan acara Makers Talk di Universitas Kristen Petra Surabaya, Selasa (19/3/2019).

Gati juga mendukung upaya pemda yang akan mengembangkan daerah-daerah tertentu sebagai sentra industri persepatuan. Seperti halnya yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) yang akan menjadikan Magetan sebagai sentra persepatuan. Hal itu akan berdampak pada ketersediaan bahan baku yang selama ini diperlukan di industri perserpatuan nasional disamping juga soal pengolahan limbah.

"Semakin banyak sentra industri persepatuan di daerah akan mengurangi kebutuhan bahan baku impor yang saat ini masih 60 persen. Bahan baku impor berkurang 10 persen saja sudah sangat bagus," papar Gati.

ADVERTISEMENT

Gati juga mengajak peran perusahaan sepatu besar agar mau berivestasi untuk ikut mengembangkan usahnya di daerah yang akan dijadikan sentra industri persepatuan tersebut. "Untuk itu, memang mereka perlu diberi insentif," tandas Gati.

Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak mendukung penggunaan produk sneaker lokal di lingkungan pemerintah. "Kalau bisa diwajibkan mengapa tidak dan seharusnya memang hal itu perlu dilakukan agar industri ini berkembang," kata Emil.

Emil menyatakan di kalangan PNS Pemprov Jatim juga akan disarankan untuk ikut menggunakan sepatu sneaker yang dibuat oleh industri lokal Jatim. Namun demikian, harus ada desain yang benar-benar menarik dan nyaman sehingga bisa digunakan sekaligus dipromosikan.

"Sekarang ini eranya bukan hanya sepatu formal tapi lebih ke sneaker karena lebih nyaman dipakai, saat ini saya juga sedang menggunakan sepatu sneaker," ujar Emil.

Emil menambahkan, industri sepatu sneaker cukup menjanjikan dan memiliki pangsa pasar yang cukup luas khususnya generasi milenial. Namun, saat ini industri sepatu sneaker masih didominasi pabrik besar. Karenanya, kemitraan antara pabrik besar dengan Industri Kecil Menengah (IKM) harus dibentuk dengan mempertimbangkan porsi kemitraan yang seimbang.

"Lansekap ini yang kita lihat, dimana pabrik besar bisa membina IKM-IKM di bawahnya serta juga melibatkan ibu-ibu rumah tangga sehingga bisa lebih produktif," tandas Emil.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon