Asia Pacific Rayon Bidik Ekspor Kain 96 Ribu Ton
Kamis, 28 Maret 2019 | 21:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Asia Pacific Rayon (APR) menargetkan volume ekspor kain rayon tahun ini mencapai 96 ribu ton. Kain yang digunakan untuk produk tekstil dan produk-produk perawatan diri ini diproduksi di pabrik perusahaan di Pangkalan Kerinci, Riau.
"APR menargetkan 96 ribu ton kain rayon dapat diekspor kepada sejumlah pasar ekspor global di 2019, termasuk Turki, Pakistan, Sri Lanka, dan Bangladesh," kata Direktur APR Basrie Kamba dalam keterangan resminya, Kamis (28/3).
Basrie mengatakan, APR memiliki pabrik rayon berkapasitas 240 ribu ton per tahun. APR adalah produsen serat rayon terintegrasi pertama di Asia dengan sumber bahan baku berkelanjutan dan terlacak. Pihaknya yakin, hasil produksi APR dapat mendorong ekspor tekstil Indonesia lebih jauh dan memberikan nilai lebih terhadap industri ekonomi kreatif Indonesia.
Direktur Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Muhdori mengatakan, APR akan menjadi masa depan tekstil Indonesia, karena diversifikasi produk bubur kertas (dissolving pulp) yang dilakukan perusahaan merupakan masa depan industri tekstil dunia. "Kini ada diversifikasi produk tekstil yang tidak hanya berorientasi pada sandang, namun juga sudah masuk ke teknologi nonwoven dan lain sebagainya," ujar dia.
Dia mengungkapkan, sektor serat rayon perlu didukung kemudahan dalam pendanaan dan investasi mesin atau peralatan maupun teknologi informasi. Perbankan pun diminta untuk bisa lebih fleksibel terkait pembiayaan di sektor ini, misalnya dengan persyaratan yang lebih mudah atau termin pembayaran yang lebih lunak.
Menurut Muhdori, perkembangan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam dua tahun terakhir terus membaik, baik di pasar domestik maupun global. Hal ini didasarkan pada laju pertumbuhan sampai dengan kuartal IV-2018 sebesar 8,73%, serta peningkatan ekspor sebanyak 5,55%.
Konsumsi TPT, kata dia, juga akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perubahan gaya hidup. Untuk memanfaatkan peluang ini, pelaku usaha TPT nasional harus bekerja keras meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensi melalui penerapan teknologi yang lebih modern sesuai dengan revolusi industri 4.0 serta peningkatan kemampuan SDM yang kompetitif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




