ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RI-AS Deklarasikan Penetapan Kawasan Konservasi Baru di Malut

Rabu, 3 April 2019 | 09:15 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Dive Site World War II Wrecks, Wisata Selam Paling Populer Di Morotai
Dive Site World War II Wrecks, Wisata Selam Paling Populer Di Morotai

Morotai, Beritasatu.com - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) mendeklarasikan penetapan tiga kawasan konservasi baru di Maluku Utara (Malut) dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara di sektor kelautan dan perikanan.

"Sumber daya laut Indonesia adalah yang paling langka di dunia. Saat kami merayakan peringatan 70 tahun hubungan dengan Indonesia, kami merefleksikan keberhasilan kemitraan selama beberapa dekade, termasuk dengan Pemerintah Indonesia, untuk melindungi keanekaragaman hayati dan meningkatkan pengelolaan sumber daya laut Indonesia," kata Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr saat deklarasi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-AS yang dipusatkan di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Rabu (3/4/2019).

Joseph R Donovan Jr mengataan, upaya bersama ini penting untuk mata pencaharian berkelanjutan dan kesejahteraan generasi mendatang.

Oleh karena itu, berbagai upaya kolaborasi terus dilakukan guna meningkatkan pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelajutan, di antaranya mendeklarasikan penetapan tiga Kawasan Konservasi Perairan (KKP) baru di Malut.

ADVERTISEMENT

Penetapan KKP seluas 226.000 hektare ini diharapkan dapat bermanfaat untuk melindungi keanekaragaman hayati laut, meningkatkan pengelolaan perikanan berkelanjutan, dan mempromosikan wisata bahari di Maluku Utara. Jika digabungkan, cakupan area KKP tersebut hampir setara dengan luas seluruh pulau Morotai.

Bahkan, selama ini, Pemerintah AS melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) bekerja sama dengan Indonesia, baik pihak swasta maupun pemerintah, untuk melindungi keanekaragaman hayati laut dan mempromosikan perikanan berkelanjutan beserta pengelolaannya.

Salah satunya melalui proyek USAID Sustained Ecosystems Advanced (SEA), di mana USAID mendukung upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan produksi ikan dan ketahanan pangan di Provinsi Maluku Utara, Provinsi Maluku, dan Provinsi Papua Barat.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasi kerja sama antara Indonesia dan AS yang telah terjalin selama tujuh dekade terakhir.

Menurut dia, kerja sama itu telah membantu Indonesia untuk meningkatkan perlindungan keanekaragaman hayati laut di sejumlah wilayah perairan.

"Dibukanya tiga Kawasan Konservasi Perairan baru di Maluku Utara ini tentu akan semakin membantu kita untuk mencapai tujuan perikanan yang berkelanjutan dan ketahanan pangan. Kami berharap, kedua negara akan terus berkolaborasi untuk mencapai tujuan itu di masa mendatang khususnya bersama USAID," ujar Susi Pudjiastuti.

USAID adalah badan pembangunan internasional dan katalisator pendorong hasil-hasil pembangunan. Pekerjaan USAID memajukan keamanan nasional AS dan kemakmuran ekonomi, menunjukkan persahabatan rakyat Amerika dan mendukung kemandirian dan ketahanan Indonesia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon