Kontribusi Industri Masih Besar

Kontribusi Industri Masih Besar
Sekretaris Jenderal Kemperin, Haris Munandar. ( Foto: Ismewa )
Harso Kurniawan / HK Minggu, 14 April 2019 | 20:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kontribusi industri manufaktur Indonesia sebagai penopang perekonomian dinilai masih cukup besar. Hal ini terlihat melalui pertumbuhan sektor, peningkatan investasi, penambahan tenaga kerja, dan penerimaan devisa dari ekspor.

“Gejala deindustrialisasi itu ketika kontribusi industri terhadap PDB sangat rendah, artinya menurun drastis. Tetapi sekarang masih cukup tinggi. Apalagi, industrinya semakin tumbuh dan investasi terus jalan," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar di Jakarta, Minggu (14/4/2019).

Kemenperin mencatat, kontribusi industri manufaktur pada produk domestik bruto (PDB) nasional berada mencapai 20%. Kondisi ini menjadikan Indonesia berada di peringkat kelima di antara negara G-20, setelah Tiongkok (29,3%), Korea Selatan (27,6%), Jepang (21%), dan Jerman (20,7%).

“Padahal, rata-rata kontribusi sektor manufaktur dunia saat ini hanya sebesar 17%," ujar Haris.

Oleh karena itu, dia menuturkan, industri manufaktur menjadi sektor andalan dalam penerimaan negara. Hal ini pula yang menjadi perhatian pemerintah untuk semakin menggenjot hiliriasi industri.

Sejalan upaya tersebut, Kemenperin terus mendorong pendalaman struktur industri di dalam negeri melalaui peningkatan investasi, yang juga bertujuan untuk mensubstitusi produk impor. Investasi di sektor industri manufaktur pada 2014 mencapai Rp 195,74 triliun, naik menjadi Rp 226,18 triliun pada 2018. Ini mencerminkan iklim investasi di Indonesia terbilang kondusif.

Penanaman modal tersebut, kata dia, membawa efek berantai bagi pertumbuhan sektor industri baik skala besar dan sedang maupun skala kecil. Pada periode 2014-2017, terjadi penambahan populasi industri besar dan sedang, dari 2014 sebanyak 25.094 unit menjadi 30.992 unit, sehingga tumbuh 5.898 unit usaha.

Dampak positif lainnya adalah terbukanya lapangan pekerjaan yang luas. Hingga saat ini, sektor industri telah menyerap tenaga kerja sebanyak 18,25 juta orang, naik 17,4% dari 2015 sebanyak 15,54 juta orang.



Sumber: Investor Daily