Maret, Upah Nominal Buruh Tani Naik 0,17%

Maret, Upah Nominal Buruh Tani Naik 0,17%
Suharyanto. ( Foto: Dhika Ristyani )
Herman / FER Senin, 15 April 2019 | 16:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, upah nominal harian buruh tani nasional pada Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen dibanding upah buruh tani Februari 2019, yaitu dari Rp 53.781 menjadi Rp 53.873 per hari. Sementara upah riil turun sebesar 0,16 persen dibandingkan Februari 2019 dari Rp 38.622 menjadi 38.561.

Baca Juga: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Naik Jadi 71,39

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. Sementara upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.

"Pada Maret 2019, terjadi inflasi di pedesaan sebesar 0,33 persen, sehingga meskipun upah nominalnya mengalami kenaikan, tetapi upah riil buruh tani turun sebesar 0,16 persen," kata Kepala BPS, Suhariyanto, di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Untuk upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Maret 2019, Suhariyanto mengatakan, kenaikannya cenderung flat, hanya 0,01 persen dari Rp 88.628 menjadi Rp 88.637 per hari. Sedangkan Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,10 persen dari Rp 65.302 menjadi Rp 65.237.

Baca Juga: Neraca Dagang Maret Surplus US$ 540 Juta

Untuk upah buruh potong rambut wanita per kepala, rata-rata upah nominal Maret 2019 dibanding Februari 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen, yaitu dari Rp 27.511 menjadi Rp 27.577. Upah riil Maret 2019 dibanding Februari 2019 naik sebesar 0,13 persen, yaitu dari Rp 20.270 menjadi Rp 20.296.

Untuk upah pembantu rumah tangga per bulan, rata-rata upah nominal Maret 2019 dibanding Februari 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,40 persen, yaitu dari Rp 406.366 menjadi Rp 407.992. Upah riil Maret 2019 dibanding Februari 2019 naik sebesar 0,29 persen dari Rp 299.415 menjadi Rp 300.281.

 



Sumber: BeritaSatu.com