Divestasi Aset LPKR Berjalan Sesuai Rencana
Kamis, 18 April 2019 | 15:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemegang saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah menyetujui usulan pelaksanaan rights issue senilai US$ 730 juta dan penunjukan resmi dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (18/4/2019).
"Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada para pemegang saham atas keyakinan dan kepercayaan mereka kepada tim manajemen yang baru. Sejauh ini, kami telah membuat kemajuan dalam transformasi strategis perseroan, membangun momentum menuju tujuan untuk menjadi perusahaan Indonesia yang dikelola dengan baik dengan kemampuan yang kuat dalam hal pelaksanaan dan penyelesaian proyek. Hasil RUPST ini akan mempercepat program pendanaan komprehensif perseroan dan membawa kita lebih dekat kepada tujuan," kata CEO LPKR, John Riady.
John mengatakan, divestasi aset LPKR terus berjalan sesuai rencana. Pasalnya, LPKR telah membuat kemajuan yang signifikan dalam usulan penjualan sahamnya di dua usaha patungan layanan kesehatan di Myanmar, yaitu Yoma Siloam Hospital Pun Hlaing Limited dan Pun Hlaing International Hospital Limited, kepada OUE Healthcare Limited.
"Penjualan ini diharapkan menghasilkan dana segar sebesar US$ 20 juta saat transaksi selesai pada semester pertama 2019," ujar John Riady.
LPKR menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan Lippo Malls Indonesia Retail Trust pada tanggal 11 Maret 2019, dimana LPKR setuju untuk menjual komponen ritel Lippo Mall Puri dengan total nilai penjualan US$ 260 juta. Akuisisi ini ditargetkan selesai pada semester kedua 2019, tunduk pada persetujuan regulator, pemegang saham, dan pihak-pihak lainnya.
Pada tanggal 25 Maret 2019, LPKR telah melakukan pembelian kembali senilai US$ 8,67 juta dalam jumlah pokok agregat surat utang senior US$ 410 juta dengan kupon bunga 7,00 persen yang jatuh tempo pada tahun 2022 dan surat utang senior US$ 425 juta dengan kupon bunga 6,75 persen yang jatuh tempo pada tahun 2026 melalui penawaran tender.
Saldo yang tersisa akan dialokasikan untuk membayar pinjaman bank, mempercepat penyelesaian proyek yang ada, modal kerja, membiayai peluncuran proyek baru pada awal tahun 2020 dan untuk tambahan buffer likuiditas.
"Setelah menyelesaikan rights issue, LPKR diharapkan akan menerima perbaikan peringkat surat utang yang positif dari Fitch Ratings dan S&P Global Ratings, sehingga akan meningkatkan kemampuan pendanaan perseroan," pungkas John Riady.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




