Unusa dan ICSB Petakan Potensi Ekonomi Pesantren di Jatim
Kamis, 18 April 2019 | 18:28 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggandeng Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Internastional Council for Small Business (ICSB) Indonesia untuk memetakan potensi ekonomi pesantren di Jawa Timur (Jatim) bagi pengembangan program unggulan 'one pesantren one product'.
Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengatakan, potensi pengembangan ekonomi pesantren di Jatim cukup besar. Pemprov Jatim ingin potensi itu dipetakan sehingga akan memudahkan dalam pengembangannya kedepan.
"Ada banyak pesantren yang akan dipetakan dan dari pemetaan itu intervensi apa yang sekiranya dibutuhkan pemerintah. Kami berharap ICSB dan UNUSA akan bisa membantu memetakan potensi-potensi itu dan kami akan mengawalnya," ujar Emil usai penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemprov Jatim dengan Unusa dan ICSB tentang pendampingan UMKM melalui program one pesantren one product di kampus Unusa, Surabaya, Kamis (18/4/2019).
Emil menyebutkan, di Jatim ada sekitar 6.000 pesantren serta sejumlah kampus dan pelaku dunia usaha. Angka tersebut merupakan sebuah potensi yang cukup besar apabila mereka bisa berkolaborasi membangun ekonomi di lingkungan pesantren. Sementara, pemerintah akan bisa bertindak sebagai konsolidator.
"Kita yang punya produk asli di Jatim kenapa enggak melalui minimarket pesantren, sehinggga produk-produk yang dipasarkan di pesantren ini adalah produk-produk di Jatim. Mereka juga bisa kita bantu permodalannya," ujar Emil Elestianto Dardak.
Lebih lanjut, Emil menjelaskan, Pemprov Jatim telah menggulirkan program unggulan untuk mengembangkan ekonomi pesantren, yakni one pesantren one product (satu pesantren satu produk). Melalui program ini, Pemprov Jatim ingin membangun ekonomi pesantren sebagai satu kekuatan. Salah satu produk pesantren yang masuk dalam pemetaan itu adalah air minum santri yang sekarang sudah dipasarkan di sejumlah pesantren.
"Kita mau menanamkan dan berkonsentrasi membangun kepakaran di pesantren. Bahwa, sukses itu bukan dari coba-coba, tetapi ada keseriusan dan kepakaran. Itu kita mulai dari program one pesantren one product ini," tandas Emil Elestianto Dardak.
Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie MEng, mengatakan, kekuatan wirausaha di ponpes sangatlah luar biasa. Program 'Satu Pesantren Satu Produk' diharapkan dapat menghasilkan produk pesantren modern yang dikelola para santri. Hal tersebut, guna membantu menciptakan produk wirausaha pesantren yang modern, ponpes perlu pendampingan institusi.
"Para santri pelaku entrepreneur perlu pembinaan konsep dan akses pemasaran, teknik pengemasan, strategi harga, hingga penyusunan laporan keuangan," tandas Achmad Jazidie.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




