ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rizal Ramli: Target Ekonomi 2020 Mediocre

Jumat, 26 April 2019 | 13:53 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Ekonom senior, Rizal Ramli.
Ekonom senior, Rizal Ramli. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom senior Rizal Ramli menilai, target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar 5,3% hingga 5,6% untuk 2020 sangat mengecewakan. Menurut Rizal Ramli, angka itu nyaris sama dengan kinerja pemerintah selama 4,5 tahun terakhir yang stagnan di angka 5%.

"Itu (target) betul-betul pas-pasan. Sangat mengecewakan. Tidak ada strategi dan inovasi baru. Hanya business as usual, sekedar menumpang lewat," ujar Rizal Ramli dalam keterangan pers yang diterima d Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Rizal Ramli berpendapat, rencana ekonomi 2020 yang mediocre tersebut juga akan masih dihantui dengan utang yang semakin besar dengan yield sekitar 8%, salah satu yang tertinggi di kawasan. Saat ini utang pemerintah pusat sudah Rp 4.567 triliun (Februari 2019). Cicilan bunga utang Rp 70,6 triliun (akhir Maret 2019).

"Rencana Ekonomi 2020 yang mediocre itu juga akan meneruskan trio-deficits, yaitu defisit neraca perdagangan sebesar US$ 193 juta (Q1 2019), defisit transaksi berjalan US$ 9,1 miliar, dan defisit APBN yang di Q1 2019 sudah tembus Rp 102 triliun. Tidak ada strategi dan blue print yang jelas untuk mengurangi trio-deficits tersebut, mungkin karena sudah terkesima dengan gembar-gembor dongeng keberhasilan ekonomi," tutur mantan anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.

ADVERTISEMENT

Kalau terlalu sering mendongeng, kata Rizal Ramli, akhirnya tertipu sendiri dengan dongeng palsu itu, korban kampanye post truth. Tetapi, korban yang sesungguhnya adalah rakyat yang hidupnya semakin susah dengan daya beli yang terus merosot

"Kenapa mau jadi Presiden lagi? Ini sekadar menghabiskan waktu tanpa perbaikan kinerja ekonomi dan tanpa perbaikan nasib rakyat. Ini sekadar melanjutkan kinerja ekonomi yang mediocre dan business as usual. Itu-pun pas-pasan," kata Rizal.

Oleh karena itu, Rizal Ramli menegaskan, harus ada perubahan agar pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, daya beli rakyat meningkat, lebih banyak lapangan kerja, dan upah meningkat. Tidak bisa sekadar melanjutkan ekonomi yang mediocre ini. Tidak bisa sekadar meneruskan business as usual.

"Itulah mengapa pemerintahan baru yang akan dilantik Oktober 2019 nanti harus segera membongkar dan memperbaiki RAPBN 2020 agar bisa mencapai pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat lebih tinggi," kata Menko Ekuin di era pemerintahan Presiden KH Aburrahman Wahid alias Gus Dur itu.

"Termasuk, merumuskan strategi agar risiko ekonomi Indonesia berkurang dengan cepat. Mengubah strategi perdagangan dan industri yang lebih bermanfaat dan unggul serta merumuskan strategi dan blue print agar kesejahteraan rakyat meningkat sejalan dengan peningkatan kedaulatan pangan, energi, air, dan Keuangan periode 2020-2024" kata Rizal Ramli.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Selasa (23/4/2019). Agenda utama adalah pembahasan anggaran dan fokus kerja pada 2020. Setelah rapat, Menkeu Sri Mulyani mengatakan ada beberapa target yang akan ditetapkan untuk 2020, terutama dalam hal makro ekonomi.

Salah satunya soal target pertumbuhan ekonomi. Sri Mulyani mengatakan, target pertumbuhan ekonomi yang akan disasar adalah kisaran 5,3% hingga 5,6%. "Untuk awal ini, kita berasumsi pertumbuhan ekonomi akan berkisar 5,3% hingga 5,6%. Namun, Presiden berharap kita bisa pacu sampai 5,6%," kata Sri Mulyani.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon