ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pendapatan PP Presisi Meningkat 39% Jadi Rp 867 Miliar

Selasa, 30 April 2019 | 07:43 WIB
MT
B
Penulis: Mashud Toarik | Editor: B1
Direktur Utama PT PP Presisi Tbk Iswanto Amperawan (kanan) berbincang dengan  Direktur Keuangan PT PP Presisi Tbk  Benny Pidakso usai memberikan keterangan pada acara media gathering di Jakarta, Senin (5/2/2018). PPRE  mengestimasikan pendapatan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 meningkat 389% menjadi sebesar Rp1,8 triliun. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Direktur Utama PT PP Presisi Tbk Iswanto Amperawan (kanan) berbincang dengan Direktur Keuangan PT PP Presisi Tbk Benny Pidakso usai memberikan keterangan pada acara media gathering di Jakarta, Senin (5/2/2018). PPRE mengestimasikan pendapatan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 meningkat 389% menjadi sebesar Rp1,8 triliun. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan pendapatan sebesar Rp 867 miliar pada kuartal I 2019. Angka tadi menunjukan kenaikan sekitar 39% dibandingkan Rp 623,6 miliar realisasi pada periode yang sama tahun 2018.

Direktur Keuangan PPRE, Benny Pidakso mengatakan, peningkatan pendapatan tersebut berasal dari order book yang sedang dikerjakan senilai Rp 12,8 triliun. Order book ini terdiri dari kontrak baru PPRE per Maret 2019 sebesar Rp1,61 triliun dan carry over tahun 2018 sekitar Rp11,2 triliun.

"Sebagian besar pendapatan atau lebih dari 80%, berasal dari segmen konstruksi. Sisanya adalah dari persewaan peralatan dan ready mix," ujar Benny sebagaimana dikutip dari keterangan resminya, Selasa (30/4/2019).

Jika ditinjau dari sisi geografis, lanjut dia, pendapatan terbesar PPRE dikontribusikan oleh wilayah Sumatera. Di kawasan tersebut, anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP) itu tercatat sedang mengerjakan proyek bendungan Way Sekampung dan Formwork Pollux Batam.

ADVERTISEMENT

Adapun untuk tahun 2019, perusahaan kontraktor yang fokus ke pekerjaan sipil dan struktur bangunan itu, menargetkan pendapatan sebesar Rp 4,2 triliun. Angka ini naik 37,6% dibandingkan realisasi pendapatan Perseroan sepanjang tahun 2018.

Seiring lonjakan pendapatan, PPRE berhasil mencetak laba sebesar Rp 101 miliar pada kuartal I 2019. Laba Perseroan melejit sekitar 70% dibandingkan Rp 59,6 miliar realisasi pada periode yang sama tahun 2018.

Kenaikan laba Perseroan selama tiga bulan pertama tahun ini, menurutnya menambah keyakinan manajemen akan mampu mencapai target laba lebih dari Rp 600 miliar tahun ini.

"Sehingga earning per share (EPS) PPRE tahun ini menjadi Rp 60 per saham," imbuh Benny.

Adapun posisi marjin laba PPRE tercatat berada di level 11,65%, naik signifikan dibandingkan kuartal I 2019 sebesar yang tercatat 9,55%. Kenaikan marjin laba itu menurut Benny lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon