10 Perusahaan yang Disukai Investor Institusi
Senin, 25 Juni 2012 | 11:39 WIB
Adapun perusahaan asal China yang berhasil menembus jajaran elit ini hanya tiga.
Perusahaan-perusahaan China belum mendapat hati di mata investor institusi global karena sejumlah kelemahan seperti intervensi pemerintah dan
Hal itu terungkap dalam hasil Barrons survey bertajuk World's Most Respected Companies, (24/6).
Dari 10 besar perusahaan yang masuk dalam jajaran ini, sebagian besar didominasi perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang tercatat di bursa Wall Street. perusahaan tersebut adalah Apple, IBM, McDonalds, Amazon.com, dan Caterpillar. Sementara perusahaan asal Jepang adalah Toyota dan Honda. Adapun perusahaan asal China yang berhasil menembus jajaran elit ini hanya tiga yakni China Mobile, China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) Ltd dan China Contruction.
Meski tidak disebutkan secara spesifik alasan minimnya perusahaan China diliirik investor global, namun survei tersebut menyebutkan, lima hal penting yang membantu perusahaan mendapatkan 'tempat' di mata investor institusi adalah manajemen yang kuat, strategi bisnis yang sehat, etika bisnis, keunggulan kompetitif, serta pendapatan dan pertumbuhan laba.
Mengacu pada faktor tersebut, perusahaan Cina tertinggal dibanding perusahaan di AS dan Eropa. Ada empat alasan yang mendasari ketertinggalan tersebut. Pertama, China belum mengembangkan sistem manajemen yang baik. Pada umumnya, perusahaan China berada di bawah kendali langsung atau tidak langsung dari pemerintah yang memutuskan keberangsungan perusahaan tersebut.
Hal ini wajar mengingat China adalah negara besar yang oligopoli, dimana pemerintah tetap menjadi pemegang saham terbesar, dan manajemen kerap tidak memiliki keterampilan, insentif, dan kebebasan untuk menyesuaikan perubahan kondisi pasar.
Kedua, regulasi pemerintah soal iklim investasi kerap tidak sesuai. Artinya, sejumlah aturan bisnis justru melemahkan kemampuan perusahaan China untuk berinovasi dan mengadopsi model bisnis baru.
Ketiga, perusahaan China belum mengembangkan pola pikir kapitalis modern yang menuntut perusahaan menciptakan nilai tambah bagi konsumen dan masyarakat luas, bukan memperkaya pemiliknya, termasuk birokrat pemerintah. Keempat, China belum menciptakan sistem akuntansi yang jelas dan transparan yang meyakinkan investor.
Pada intinya adalah suka atau ketidaksukaan investor institusi pada sebuah perusahaan bukan didasarkan pada kepemilikannya pada perusahaan. Namun hal ini didasarkan pada aset tidak berwujud seperti keunggulan manajerial, kewirausahaan, dan sosial.
Daftar 10 perusahaan teratas yang disukai investor institusi
1. Apple
2. IBM
3. McDonalds
4. Amazon.com
5. Caterpillar
6. Toyota
7. Honda
8. China Mobile
9. China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) Ltd
10. China Construction.
Perusahaan-perusahaan China belum mendapat hati di mata investor institusi global karena sejumlah kelemahan seperti intervensi pemerintah dan
Hal itu terungkap dalam hasil Barrons survey bertajuk World's Most Respected Companies, (24/6).
Dari 10 besar perusahaan yang masuk dalam jajaran ini, sebagian besar didominasi perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang tercatat di bursa Wall Street. perusahaan tersebut adalah Apple, IBM, McDonalds, Amazon.com, dan Caterpillar. Sementara perusahaan asal Jepang adalah Toyota dan Honda. Adapun perusahaan asal China yang berhasil menembus jajaran elit ini hanya tiga yakni China Mobile, China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) Ltd dan China Contruction.
Meski tidak disebutkan secara spesifik alasan minimnya perusahaan China diliirik investor global, namun survei tersebut menyebutkan, lima hal penting yang membantu perusahaan mendapatkan 'tempat' di mata investor institusi adalah manajemen yang kuat, strategi bisnis yang sehat, etika bisnis, keunggulan kompetitif, serta pendapatan dan pertumbuhan laba.
Mengacu pada faktor tersebut, perusahaan Cina tertinggal dibanding perusahaan di AS dan Eropa. Ada empat alasan yang mendasari ketertinggalan tersebut. Pertama, China belum mengembangkan sistem manajemen yang baik. Pada umumnya, perusahaan China berada di bawah kendali langsung atau tidak langsung dari pemerintah yang memutuskan keberangsungan perusahaan tersebut.
Hal ini wajar mengingat China adalah negara besar yang oligopoli, dimana pemerintah tetap menjadi pemegang saham terbesar, dan manajemen kerap tidak memiliki keterampilan, insentif, dan kebebasan untuk menyesuaikan perubahan kondisi pasar.
Kedua, regulasi pemerintah soal iklim investasi kerap tidak sesuai. Artinya, sejumlah aturan bisnis justru melemahkan kemampuan perusahaan China untuk berinovasi dan mengadopsi model bisnis baru.
Ketiga, perusahaan China belum mengembangkan pola pikir kapitalis modern yang menuntut perusahaan menciptakan nilai tambah bagi konsumen dan masyarakat luas, bukan memperkaya pemiliknya, termasuk birokrat pemerintah. Keempat, China belum menciptakan sistem akuntansi yang jelas dan transparan yang meyakinkan investor.
Pada intinya adalah suka atau ketidaksukaan investor institusi pada sebuah perusahaan bukan didasarkan pada kepemilikannya pada perusahaan. Namun hal ini didasarkan pada aset tidak berwujud seperti keunggulan manajerial, kewirausahaan, dan sosial.
Daftar 10 perusahaan teratas yang disukai investor institusi
1. Apple
2. IBM
3. McDonalds
4. Amazon.com
5. Caterpillar
6. Toyota
7. Honda
8. China Mobile
9. China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) Ltd
10. China Construction.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




