ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Optimisme Pelaku Bisnis Menurun di Triwulan III-2019

Senin, 5 Agustus 2019 | 18:24 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Kepala BPS Suhariyanto didampingi Deputi Bidkor Poldagri Kemenko Polhukam Mayjen TNI Wawan Kustiawan, dalam  rilis peningkatan Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2018 di Jakarta, Senin (29/7/2019).
Kepala BPS Suhariyanto didampingi Deputi Bidkor Poldagri Kemenko Polhukam Mayjen TNI Wawan Kustiawan, dalam rilis peningkatan Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2018 di Jakarta, Senin (29/7/2019). (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pada triwulan III-2019 ini, kondisi bisnis diperkirakan masih tumbuh, namun dengan tingkat optimisme pelaku bisnis yang lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan II-2019.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), angka Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan III-2019 mencapai 105,46, lebih rendah dibandingkan ITB triwulan II-2019 sebesar 108,81. ITB ini didapatkan dari hasil wawancara yang dilakukan dengan para pebisnis mengenai kondisi bisnis di triwulan II-2019 dan prediksinya di triwulan III-2019.

Kepala BPS, Suhariyanto menyampaikan, perbaikan kondisi bisnis yang diperkirakan terjadi selama triwulan III-2019 disebabkan oleh adanya peningkatan pemesanan atau order dari dalam negeri, order dari luar negeri, dan harga jual produk, dengan nilai indeks masing-masing sebesar 115,86; 101,10; dan 104,08. Sementara itu, order barang input cenderung stagnan dengan nilai indeks sebesar 100,82.

Sementara itu untuk kategori lapangan usaha dengan perkiraan peningkatan kondisi bisnis dan optimisme tertinggi terjadi pada kategori Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (nilai ITB sebesar 120,69). Sedangkan kondisi bisnis kategori Transportasi dan Pergudangan cenderung stagnan (nilai ITB sebesar 100,77).

ADVERTISEMENT

"Untuk penurunan kondisi bisnis, diperkirakan masih terjadi pada kategori Pertambangan dan Penggalian dengan nilai ITB sebesar 96,81," ungkap Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Pada komponen pembentuk ITB mendatang, lanjut Suhariyanto, peningkatan tertinggi untuk komponen order dari dalam negeri diperkirakan terjadi pada kategori lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib dengan nilai indeks sebesar 138,46.

Sementara, peningkatan harga jual produk tertinggi diperkirakan terjadi pada kategori lapangan usaha Konstruksi, dengan nilai indeks sebesar 113,64. Peningkatan order barang input tertinggi diperkirakan terjadi pada kategori lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas dengan nilai indeks sebesar 106,56.

"Untuk komponen order luar negeri, peningkatan tertinggi diperkirakan terjadi pada kategori lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor, dengan nilai indeks sebesar 106,29," terangnya.

Indeks Tendensi Konsumen

Untuk perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK), triwulan III-2019 sebesar 100,03, lebih rendah dibandingkan triwulan II-2019 sebesar 125,68.

Perkiraan kondisi ekonomi konsumen tersebut disebabkan oleh perkiraan terus tumbuhnya komponen pendapatan rumah tangga (nilai indeks sebesar 101,61). Sementara itu, komponen rencana pembelian barang tahan lama, melakukan rekreasi, maupun melaksanakan pesta/hajatan mengalami penurunan (nilai indeks sebesar 97,26).

Pada tingkat provinsi, peningkatan kondisi ekonomi konsumen diperkirakan terjadi di sepuluh provinsi. Perkiraan nilai ITK triwulan III-2019 tertinggi terjadi di Provinsi Maluku, dengan nilai ITK sebesar 108,18. Sementara itu, perkiraan nilai ITK triwulan III-2019 terendah diperkirakan terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan nilai ITK sebesar 92,09.

Kondisi Triwulan II-2019

Terkait ITB di kuartal II-2019, Suhariyanto mengatakan, ITB sebesar 108,81 menunjukkan kondisi bisnis dan optimisme pelaku bisnis secara umum meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (ITB triwulan I-2019 sebesar 102,10).

Menurut Suhariyanto, peningkatan kondisi bisnis pada triwulan II-2019 disebabkan oleh meningkatnya seluruh komponen pembentuk indeks, yaitu pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 114,44), penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 110,73), dan rata-rata jumlah jam kerja (nilai indeks sebesar 101,26).

"Untuk ITK triwulan II-2019 sebesar 125,68 juga menunjukkan kondisi ekonomi dan optimisme konsumen yang meningkat dibandingkan triwulan I-2019 sebesar 104,35. Meningkatnya kondisi ekonomi konsumen disebabkan oleh meningkatnya pendapatan rumah tangga, volume konsumi, serta tidak berpengaruhnya inflasi terhadap tingkat konsumsi rumah tangga," jelas Suhariyanto.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kabar Baik! Kesenjangan Gender di Indonesia Capai Level Terendah 2025

Kabar Baik! Kesenjangan Gender di Indonesia Capai Level Terendah 2025

MULTIMEDIA
Aceh Jadi Provinsi dengan Indeks Demokrasi Tertinggi di Sumatera

Aceh Jadi Provinsi dengan Indeks Demokrasi Tertinggi di Sumatera

NUSANTARA
Pengangguran RI Turun ke 7,24 Juta, Kota Besar Masih Bermasalah

Pengangguran RI Turun ke 7,24 Juta, Kota Besar Masih Bermasalah

MULTIMEDIA
Konsumsi Pemerintah Melejit 21,81 Persen, Ekonomi RI Kuartal I Gaspol!

Konsumsi Pemerintah Melejit 21,81 Persen, Ekonomi RI Kuartal I Gaspol!

MULTIMEDIA
Jumlah Penduduk Jakarta 10,72 Juta Jiwa, Mayoritas Milenial dan Gen Z

Jumlah Penduduk Jakarta 10,72 Juta Jiwa, Mayoritas Milenial dan Gen Z

JAKARTA
IKG Terendah, Tingkat Kesetaraan Gender di Jakarta Terbaik Nasional

IKG Terendah, Tingkat Kesetaraan Gender di Jakarta Terbaik Nasional

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon