Walhi DKI Kecam Upacara Kemerdekaan di Pulau Reklamasi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-1.02)   |   COMPOSITE 6140.17 (-29.79)   |   DBX 1202.23 (-7.24)   |   I-GRADE 182.055 (-0.15)   |   IDX30 520.23 (-2)   |   IDX80 139.249 (-0.55)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.96)   |   IDXESGL 143.85 (-0.6)   |   IDXG30 142.18 (0.28)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-2.43)   |   IDXQ30 148.957 (-0.35)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-1.59)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.91)   |   IDXV30 138.219 (-0.82)   |   INFOBANK15 1055.23 (-1.76)   |   Investor33 446.478 (-0.99)   |   ISSI 180.128 (-0.95)   |   JII 636.549 (-3.86)   |   JII70 222.134 (-1.29)   |   KOMPAS100 1238.45 (-5.39)   |   LQ45 966.883 (-2.81)   |   MBX 1689.51 (-7.8)   |   MNC36 329.297 (-1)   |   PEFINDO25 325.3 (-5.45)   |   SMInfra18 310.992 (0.98)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-1.22)   |  

Walhi DKI Kecam Upacara Kemerdekaan di Pulau Reklamasi

Kamis, 15 Agustus 2019 | 14:31 WIB
Oleh : Erwin C Sihombing / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI mengecam pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan ke-74 RI di Pulau D hasil reklamasi. Secara simbolik Walhi DKI meyakini, pelaksanaan upacara kemerdekaan di lahan reklamasi dapat dibaca bahwa Gubernur Anies mendukung penuh reklamasi yang menurut aktivis mengancam lingkungan hidup.

"Kita tidak mengerti apa alasan Anies mengadakan upacara di atas pulau D, sementara pulau palsu tersebut merupakan produk perusakan lingkungan dan ekosistem teluk Jakarta," kata Direktur Walhi DKI Jakarta Tubagus Soleh Ahmadi, di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Perhelatan upacara kemerdekaan di Pantai Maju atau Pulau D berdasarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 71 Tahun 2019. Gubernur Anies beralasan pelaksanaan upacara di Pulau D untuk menegaskan bahwa lahan reklamasi milik negara bukan milik perorangan.

Menurut Tubagus, sikap Anies tersebut justru menunjukkan yang bersangkutan tidak lagi memikirkan lingkungan hidup dari produk kebijakannya itu.

"Dia lebih banyak ingin menunjukkan bahwa DKI menguasai Pulau D, padahal produk kebijakan dia (terkait reklamasi) mengancam kedaulautan warga atas lingkungan hidup," ujar Tubagus Soleh Ahmadi.

Ketua Fraksi PDI-P DKI Gembong Warsono menyatakan pihaknya menolak pelaksanaan reklamasi di Pulau D. Alasannya lahan tersebut masih menjadi kontroversi di sebagian masyarakat. PDI-P lebih mendukung DKI untuk menggelar upacara di daerah yang sakral seperti di lapangan Monas atau halaman Balai Kota.

"Pulau itu masih menjadi kontroversi di masyarakat, untuk apa Pak Anies mencoba membuat kegiatan di tengah-tengah lahan yang notabene masih dipersoalkan masyarakat. Tak perlu mencari legitimasi, padahal faktanya, di tengah masyarakat masih menjadi perdebatan," kata Gembong Warsono.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

ESDM: Kebakaran Kilang Balikpapan Tak Pengaruhi Produksi Pertamina

Hingga saat ini masih belum diperlukan evakuasi pekerja.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Juli, Upah Nominal Buruh Tani Nasional Naik 0,16%

Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Siang Ini, Rupiah dan Mata Uang Asia di Zona Merah

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.271-Rp 14.305 per dolar AS.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Aksi Jual Warnai Bursa Asia Siang Ini

Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 42,9 (0,17 persen) mencapai 25.259.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Sesi Siang, IHSG Anjlok 1,08% ke Level 6.199

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 103.271 miliar saham senilai Rp 4,284 triliun.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Neraca Dagang Juli Defisit US$ 60 Juta

Kinerja tersebut memburuk dari Juni 2019 yang masih mencatat surplus sebesar US$ 200 juta.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Menhub akan Resmikan Kapal RS Terapung di Sumenep

Kapal yang dijadikan RS terapung adalah KM Gandha Nusantara 1 dan KM Gandha Nusantara 2.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Harga Emas Antam Naik Rp 5.000 Per Gram

Harga di Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Denpasar mencapai Rp 768.000.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Harga Minyak Terpangkas karena Suramnya Data Ekonomi

Brent untuk pengiriman Oktober turun US$ 1,82 atau 3,0 persen menjadi US$ 59,48 per barel.

EKONOMI | 15 Agustus 2019

Awal Perdagangan, Rupiah dan Mata Uang Asia Tak Berdaya

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.271 - Rp 14.305 per dolar AS.

EKONOMI | 15 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS