Jokowi Sebut Perlu Lompatan Kebijakan Hadapi Persaingan Global

Jokowi Sebut Perlu Lompatan Kebijakan Hadapi Persaingan Global
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama DPR DPD RI 2019, di Jakarta, Jumat (16/8/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Triyan Pangastuti / WBP Jumat, 16 Agustus 2019 | 13:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan perlu lompatan perbaikan dalam membuat kebijakan di era globalisasi.

“Dunia tidak semata sedang berubah, tetapi sedang terdisrupsi,” kata Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan saat Sidang Bersama DPD-DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Menurutnya, persaingan semakin tajam dan perang dagang semakin memanas. Setiap negara berebut investasi, teknologi, pasar, dan orang-orang pintar dengan talenta hebat. “Jenis pekerjaan bisa berubah setiap saat, banyak jenis pekerjaan lama yang hilang. Tetapi juga makin banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan. Ada profesi yang hilang, tetapi juga ada profesi baru yang bermunculan” jelas Presiden Joko Widodo.

Kendati demikian, Jokowi menegaskan bahwa Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara lainnya. Dia mengimbau tidak perlu takut terhadap persaingan, sebab Indonesia memiliki kreativitas, inovasi dan kecepatan untuk bisa bersaing dalam globalisasi.

“Karena itu tidak ada pilihan lain, kita harus berubah. Cara-cara lama yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan. Strategi baru harus diciptakan. Cara-cara baru harus dilakukan. Kita tidak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya. Tetapi kita harus lebih baik dari yang lainnya. Sekali lagi, kita tidak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya” ujar Presiden Joko Widodo.

Menyikapi kompetisi global kata dia, diperlukan berbagai lompatan kebijakan untuk mendorong investasi yang mampu menyerap tenaga kerja. Di samping itu, membangun tatanan dunia yang lebih baik untuk kesejahteraan dan kerja sama pembangunan.

Jokowi menyebut krisis ekonomi dan perubahan iklim mengancam dunia. Oleh karena itu diperlukan sikap waspada dalam menghadapi ketidakpastian dalam rangka mengelola risiko untuk menghadapi gejolak ekonomi global. “Kita sedang menghadapi dinamika ekonomi global yang terus bergejolak dan menghadapi perubahan geopolitik,” jelas Presiden Joko Widodo.



Sumber: Investor Daily