Meikarta Terus Menggeliat

Meikarta Terus Menggeliat
Pusat perbelanjaan di District 1 Meikarta, Cikarang, Bekasi. ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Primus Dorimulu / HA Jumat, 20 September 2019 | 16:29 WIB

Cikarang, Beritasatu.com - Matahari baru saja kembali ke pelukan bumi. Langit merah-jingga di ufuk barat perlahan redup. Nyala lampu dari tower-tower yang sedang dibangun tampak kian terang. Arus kendaraan bermotor semakin ramai disambut dentuman lagu dari lobi Cinemaxx.

Itulah suasana di District I, Meikarta, Cikarang, Bekasi, Sabtu rembang petang, 14 September 2019. Mobil dan sepeda motor hilir mudik di dua jalan yang lebar. Tempat parkir penuh. Di lobi Cinemaxx dan Maxx Coffee, semua meja terisi pengunjung. Mereka duduk sambil makan dan minum serta menonton live music. Berbagai jenis makanan dan minuman dapat dibeli di lantai dasar apartemen Blok 53022 yang sudah dibangun.

"Keramaian seperti ini terjadi setiap malam," ujar Hetty Suwitomo, sales girl Meikarta menjawab pertanyaan Beritasatu.com, Sabtu (14/9/2019). Setiap hari live music digelar pukul 19.00-21.00 WIB. Pada malam Minggu, live music lebih panjang. Di sela-sela live music ada cuplikan film di layar lebar yang bisa ditonton gratis.

Proyek kota mandiri Meikarta, 14 September 2019. (Primus Dorimulu)

Dengan golf car, Hetty mengantar Beritasatu.com mengelilingi danau di Central Park dan melihat apartemen yang sudah selesai dibangun. "Lain kali, Bapak dan keluarga sebaiknya datang agak siang, selambatnya pukul 16.00," ungkapnya. Kami mengelilingi danau pada pukul 18.30 WIB. Menurut Hetty, sejak pukul 15.00 WIB, area terbuka di sekeliling danau dipenuhi pengunjung. Mereka tidak saja masyarakat sekeliling Meikarta atau pun dari kota Bekasi dan Jakarta, melainkan juga dari Bandung, Cirebon, dan sejumlah kota di Jawa Barat dan Banten, bahkan juga dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di area dekat danau ada tempat permainan anak-anak. Setiap sore, masyarakat datang berekreasi dan berolah raga di sekeliling danau. Saat anak muda dan orang tua berolah raga atau sekadar jalan-jalan mencari udara bersih di tanah lapang, anak-anak bermain di lokasi permainan yang sudah disediakan.

Saat banyak orang berkumpul, kegiatan bisnis pun tercipta. Masyarakat sekitar mendapatkan peluang bisnis untuk berjualan, terutama makanan dan minuman. "Kami sangat terbantu dengan pembangunan Meikarta," ujar seorang ibu yang berjualan makanan dan minuman. Setiap hari, penjualannya bisa mencapai Rp 3 juta dan keuntungan bersih sekitar Rp 500.000.

Danau seluas 25 ha merupakan bagian dari Central Park, Meikarta. Di kawasan ini akan dibangun botanical garden atau kebun raya dan zoo atau kebun binatang, masing-masing 25 ha. Sisanya, 25 ha disediakan bagi area publik untuk berolah raga, meeting point, dan lokasi permainan anak-anak. Tentu saja, di area ini pula ada tempat berjualan makanan dan minuman yang melibatkan masyarakat sekitar.

Pengembang Meikarta terus membangun, memenuhi komitmen terhadap konsumen. Di District I, empat dari 28 tower yang tinggi menjulang sudah topping off. Di jajaran tower District I yang sudah toping off kegiatan bisnis sudah terlihat. Di lantai dasar sudah ada bank, restoran, ritel, Cinemaxx, Maxx Coffee, dan banyak lagi.

"Kami bekerja nonstop 24 jam sehari agar 56 tower apartemen bisa diserahkan tepat waktu kepada konsumen," kata Chief Marketing Officer Meikarta Lilies Surjono kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (17/9).

Lilies menjelaskan, 56 tower pertama tersebut berada di dua district. District 1 terdiri atas 28 tower dan District 2 sebanyak 28 tower. "Sebanyak 56 tower itu kita bangun serentak, tapi yang dikejar lebih dulu adalah District 1," kata Lilies.

Sarana publik untuk taman bermain segala usia di Meikarta, 14 September 2019. (Primus Dorimulu)

Konstruksi 56 tower tahap pertama di District 1 dan District 2 ditargetkan selesai pada akhir 2020. Dari total 22.500 unit apartemen yang ada di 56 tower tersebut, sekitar 65% telah sold out atau habis terjual.

Pada Oktober nanti, kata Lilies, Meikarta akan melakukan penutupan atap (topping off) terhadap dua menara, menyusul topping off empat tower sebelumnya yang dilakukan pada 17 Agustus lalu, bertepatan dengan perayaan dua tahun kota baru modern di jantung Cikarang tersebut.

Empat tower yang sudah topping off pada 17 Agustus dan dua tower yang bakal topping off pada Oktober semuanya berada di District 1. Unit apartemen di empat tower tersebut, yakni Blok 53022 dan 50023, akan diserahterimakan kepada konsumen pada Desember 2019. "Nanti serah terimanya kepada konsumen akan berkelanjutan untuk tower-tower berikutnya," tutur Lilies.

Menurut Lilies, dari total 22.500 unit apartemen yang berada di dua District tersebut, sekitar 65% unit telah terjual. "Sisanya, kami targetkan habis terjual dalam 18-21 bulan ke depan," kata dia.

Dia mengaku, animo masyarakat terhadap apartemen di Meikarta tinggi. Calon konsumen yang dulu sempat ragu terbukti kembali merealisasikan pembelian. Konsumen Meikarta kini juga membentuk komunitas khusus.

"Dua minggu lalu, Meikarta menjual hunian khusus milenial dengan konsep smart living. Baru seminggu ditawarkan, 40 unit tipe studio berukuran 21 meter persegi dengan harga Rp 198 juta habis terjual," kata Lilies.

Setelah sukses melepas hunian milenial fase satu, Meikarta akan memasarkan lagi hunian milenial fase kedua pada pameran properti "Indonesia International Property Expo" yang digelar Real Estate Indonesia (REI) pada 21 September di Jakarta Convention Center.

Lilies menginformasikan pula bahwa fasilitas dan infrastruktur di Meikarta sudah cukup lengkap. Selain Central Park, area komersial (commercial area) dan pusat hiburan juga sudah terbangun. "Meikarta sudah menjadi entertainment center dan pusat kuliner, seperti Avenue of The Star di Kemang Village. Ada live music setiap malam," kata Lilies.

Meikarta adalah kota modern baru berskala internasional yang dibangun oleh Grup Lippo dengan investasi fantastis, senilai Rp 278 trilliun. Bakal menyerupai Senzhen Tiongkok, Meikarta berlokasi di Cikarang, jantung ekonomi koridor Jakarta-Bandung. Meikarta dikelilingi sejumlah kota baru bergengsi seperti Lippo Cikarang, Jababeka, MM2100, dan sebagainya.

Di kawasan ini pula dibangun pusat manufaktur yang memproduksi lebih dari 1 juta mobil, 10 juta motor, jutaan kulkas, televisi, dan alat alat rumah tangga. Inilah kawasan yang didesain semacam Detroit-nya Indonesia. Ribuan perusahaan raksasa nasional dan multinasional berbasis di koridor ini dengan ratusan ribu karyawan kantor dan jutaan pekerja.

Meikarta akan menghadirkan 200 gedung pencakar langit 35-46 lantai, tujuh mall, pusat rumah sakit dan kesehatan internasional, pusat keuangan internasional, 10 hotel internasional bintang lima, perpustakaan nasional, gedung kesenian, tiga kampus dan belasan sekolah internasional, pusat riset industri, gedung pameran internasional, Indonesian Silicon Valley, hingga beragam pusat-pusat inovasi.

Meikarta berada di jantung mega infrastruktur strategis yang membuat kota ini efisien, nyaman, serta desain dan tata kota yang terkelola dengan baik. Jaringan infrastruktur internal dan eksternal akan saling terintegrasi sehingga Meikarta benar-benar memiliki fasilitas infrastruktur penunjang super lengkap dan kemudahan akses ke segala penjuru.

Sebelumnya, Head of Sales Meikarta Ferry Thahir mengatakan, progres pembangunan Meikarta terbilang sangat pesat. Biasanya, pembangunan satu tower memerlukan waktu 3-4 tahun. Namun dalam dua tahun, Meikarta mampu membangun 28 tower dan ada empat tower sudah topping off.

Ferry menegaskan, pertama kali Meikarta diluncurkan pada perayaan HUT Kemerdekaan RI, dua tahun lalu. "Saat semua harga properti tinggi dari tahun 2014, 2015, dan 2016, kita melihat untuk kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah, belum ada yang memikirkan ketersediaan propertinya. Saat itulah Meikarta hadir, pada 17 Agustus 2017. Dengan harapan, masyarakat dapat memiliki hunian dengan harga terjangkau," kata Ferry.



Sumber: BeritaSatu.com