Unilever Soroti Isu Regenerasi Petani
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Unilever Soroti Isu Regenerasi Petani

Minggu, 29 September 2019 | 15:43 WIB
Oleh : Indah Handayani / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa dalam jangka waktu dua tahun (2016 – 2018), penurunan jumlah petani di Indonesia nyatanya cukup signifikan, yaitu sebanyak 4 juta petani, dimana salah satu penyebabnya adalah masih kurangnya regenerasi petani.

Untuk itu, Bango produksi PT Unilever Indonesia Tbk memperkenalkan “Program Petani Muda” sebagai upaya untuk mendorong regenerasi petani agar #KelezatanAsli kuliner Indonesia tetap terjaga dari generasi ke generasi. Seluruh pecinta kuliner juga dapat menunjukkan dukungan mereka terhadap program ini dengan bergabung dalam gerakan #PetaniUntukIndonesia yang disebarluaskan oleh Bango melalui kemasan khusus “Cita Mallika”.

Hernie Raharja selaku Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia Tbk. menerangkan sebagai brand yang selalu berkomitmen untuk mengangkat dan mempopulerkan kuliner Indonesia, pihaknya melihat bahwa penerapan prinsip pertanian yang berkelanjutan, salah satunya melalui regenerasi petani, kini semakin dibutuhkan. Petani yang tidak teregenerasi dapat menyebabkan penyusutan lahan serta penurunan produktivitas maupun kualitas hasil pertanian.

"Jika bahan pangan yang berkualitas jumlahnya semakin terbatas, maka akan sulit pula bagi kita untuk terus menikmati dan melestarikan aneka kuliner khas Indonesia yang selalu kita banggakan," ungkapnya di Jakarta, belum lama ini.

MSih berdasarkan data BPS, sebanyak 65 persen dari jumlah petani di Indonesia kini berusia di atas 45 tahun, dengan produktivitas yang relatif rendah. Sementara di wilayah perdesaan, hanya sekitar 4 persen anak muda berusia 15-23 tahun yang tertarik bekerja menjadi petani, sisanya memilih bekerja di sektor industri, sektor industri kecil-menengah atau sektor informal kota, karena dipandang lebih potensial untuk menjamin kesejahteraan di masa depan.

Petrokimia Gresik: Sektor Pertanian Membutuhkan Tenaga Milenial

Sejak tahun 2001, Bango melalui Yayasan Unilever Indonesia bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada dan mitra lainnya telah mengembangkan komunitas petani kedelai Mallika melalui program “Program Pengembangan Petani Kedelai Hitam”.

Dalam prakteknya, 100 persen kedelai hitam lokal yang digunakan untuk memproduksi Kecap Bango telah memenuhi Unilever Sustainable Agriculture Code (USAC), yaitu standar cara bertani ramah lingkungan yang sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani binaannya, sejalan dengan salah satu pilar Unilever Sustainable Living Plan (USLP).

Lebih jauh lagi, guna mendorong regenerasi petani dan menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan berkualitas dalam jangka panjang, Bango kini menggagas “Program Petani Muda” berkolaborasi dengan The Learning Farm Indonesia. Program ini secara bertahap akan memberikan pembinaan intensif bagi masing-masing 30 hingga 40 petani muda potensial tentang keterampilan hidup lewat pendidikan bercocok tanam yang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan. Kesempatan yang langka ini juga akan membuka peluang bagi mereka untuk menjadi agen perubahan.

Nona Pooroe Utomo selaku Executive Director The Learning Farm Indonesia menjelaskan Bango dan ‘The Learning Farm’ bersama-sama mengembangkan kurikulum ‘Program Petani Muda’ untuk mendorong semangat, pengetahuan dan keterampilan generasi muda dalam melanjutkan regenerasi petani. Selama 100 hari, seluruh peserta akan mendapatkan 60 persen materi pertanian yang terbagi dalam empat kelompok besar yaitu tanah, budidaya tanaman-perikanan dan ternak, pemupukan dan pengendalian hama, serta analisa usaha tanam.

"Sedangkan 40 persen materi lainnya, berfokus pada pengembangan soft skills seperti manajemen waktu dan keuangan, entrepreneurship, healthy life style, Bahasa Inggris, komputer, dan komunikasi," paparnya.

Nantinya, lanjut Nona, pihaknya harap para peserta akan mampu menyebarluaskan ilmunya dan menginspirasi lebih banyak generasi muda di kampung halaman mereka untuk menjadikan bertani sebagai pilihan profesi yang menjanjikan.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pertamina EP Optimistis Tingkatkan Produksi Migas

Pertamina EP optimistis mampu meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) pada 2020.

EKONOMI | 29 September 2019

Kibif Kampanyekan Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan

Gerakan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan harus menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya masyarakat Indonesia.

MEGAPOLITAN | 29 September 2019

Kemtan Kembangkan Sertifikasi Pertanian Sistem Digital

Dari jumlah 38 juta tenaga kerja sektor pertanian, baru sekitar 5 persen yang sudah tersertifikasi bidang pertanian.

EKONOMI | 29 September 2019

Perluas Jangkauan GrabExpress, Grab dan KAI Integrasikan Layanan Pengiriman Barang

Grab mengumumkan kemitraan strategis antara layanan pengiriman paket on-demand miliknya, GrabExpress, dengan layanan logistik milik PT. Kereta Api Indonesia

EKONOMI | 28 September 2019

Investor Diajak Tanam Investasi di Ibu Kota Baru

Ajang Investor Summit Kalimantan Timur mengajak investor untuk melirik potensi pembangunan ibu kota baru.

EKONOMI | 28 September 2019

Serpong Garden 'Topping Off' Bellerosa dan Cattleya

Pengembang properti PT Hutama Anugrah Propertindo (HAP) melakukan topping off Tower Bellerosa dan Tower Cattleya – Serpong Garden Apartment (Segar).

EKONOMI | 28 September 2019

Transaksi Uang Elektronik Tembus Rp 450 Miliar per Hari

Sebagai perbandingan, di tahun 2016 transaksinya rata-rata masih di bawah Rp 50 miliar per hari lalu menjadi Rp 450 miliar per hari di 2019.

EKONOMI | 28 September 2019

Petrokimia Gresik: Sektor Pertanian Membutuhkan Tenaga Milenial

Berdasarkan data Sensus Pertanian 2013, jumlah rumah tangga petani turun 20 persen dari 79,5 juta menjadi 63,6 juta.

EKONOMI | 28 September 2019

Taiwan Expo 2019 Dorong Arus Investasi ke Jatim

Taiwan Expo 2019 diharapkan bisa menjadi pintu masuk jalinan kerja sama Indonesia dan Taiwan.

EKONOMI | 28 September 2019

Ekonomi Dunia Melambat, Bank-bank Sentral Kompak Turunkan Suku Bunga

Bank Sentral India, Filipina, Thailand, Selandia Baru, Meksiko, Brasil dan Korea menurunakn suku bunga acuan.

EKONOMI | 28 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS