Fasilitas Produksi Emas Bumi Minerals di Palu Segera Rampung
Senin, 7 Oktober 2019 | 18:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com– PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) segera merampungkan konstruksi fasilitas produksi emas di tambang Poboya, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Perseroan melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals, mengoperasikan 85.180 hektare konsesi tambang emas di Sulawesi Tengah dan Selatan. Tambang emas tersebut memiliki cadangan sekitar 3,9 juta ton bijih dan jumlah sumber daya sekitar 7,9 ton bijih.
Direktur Utama PT Bumi Resources Minerals Tbk Suseno Kramadibrata mengungkapkan, fasilitas produksi tersebut diharapkan segera beroperasi. "Semoga uji coba produksi lokasi tambang Poboya dapat dimulai di kuartal IV-2019 ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (7/10/2019).
Suseno menambahkan, produksi tahun pertama diperkirakan sebesar 100.000 ton bijih, dan diharapkan meningkat menjadi 180.000 ton bijih di tahun kedua.
Perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 932.000 pada semester I-2019, atau melonjak dibandingkan periode sama 2018 yang merugi US$ 10 juta. Sementara pendapatan meningkat menjadi US$ 2,9 juta pada semester I-2019, dibandingkan semester I-2018 yang memperoleh US$ 825.000. Adapun beban usaha perseroan menurun menjadi US$ 2,4 juta, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 3,3 juta. Secara total aset, perseroan mencatatkan peningkatan sebesar US$ 692 juta dibandingkan 31 Desember 2018 US$ 690 juta.
Sebagai informasi, anak usaha dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini mengincar tambahan pendapatan sekitar US$ 300 juta dengan margin US$ 100 juta per tahun. Pendapatan tersebut berasal dari mulai produksi komersial tambang PT Dairi Prima Mineral (DPM) tahun 2021. DPM memiliki tambang seng dan timah di kawasan Anjing Hitam, Lae Jahe, dan Base Camp di Sumatera Utara dengan luas konsesi 27.420 hektare. Bumi Minerals menguasai 49 persen saham DPM. Sedangkan sisa 51 persen dikuasai oleh China Nonferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction Co, Ltd. (NFC).
Manajemen Bumi Resources mengatakan, aset tersebut diperkirakan mampu memberikan tambahan besar bagi kinerja keuangan perseroan.
Sebagaimana diketahui perseroan menguasai 36 persen saham Bumi Minerals. Selain itu, Bumi Minerals juga memiliki aset tambang emas melalui anak usahanya PT Citra Palu Minerals (CPM). Saat ini, proyek tambang emas CPM di Poboya, Sulawesi Tengah dalam tahap lebih lanjut. Perseroan menargetkan memulai uji produksi (trial production) tambang tersebut pada kuartal IV-2019 dan produksi komersial tahun 2021.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




