ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inflasi Oktober 0,02 Persen

Jumat, 1 November 2019 | 10:09 WIB
H
WP
Penulis: Herman | Editor: WBP
Ilustrasi sembako.
Ilustrasi sembako. (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi bulan Oktober 2019 sebesar 0,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,40. Untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2019 sebesar 2,22 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2019 terhadap Oktober 2018) sebesar 3,13 persen.

"Inflasi di tahun ini masih terkendali. Di sisa dua bulan terakhir, saya yakin target inflasi tahun 2019 (3,5 persen) akan tercapai," kata Kepala BPS Suhariyanto di gedung BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Suhariyanto memaparkan, inflasi pada Oktober 2019 terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,45 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,08 persen; kelompok sandang sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,10 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,41 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen.

"Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain daging ayam ras, bawang merah, beras, ketimun, tomat sayur, jeruk, mie, nasi dengan lauk, es, rokok kretek filter, dan rokok putih. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai merah, telur ayam ras, cabai rawit, ikan segar, kentang, cabe hijau, dan bawang putih, tarif angkutan udara," terang Suhariyanto.

ADVERTISEMENT

Dari tujuh kelompok pengeluaran, empat kelompok memberikan andil terhadap inflasi, dua kelompok memberikan andil deflasi, dan satu kelompok tidak memberikan andil terhadap inflasi nasional. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terhadap inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01 persen. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terhadap deflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,08 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang tidak memberikan andil terhadap inflasi nasional, yaitu kelompok sandang

BPS menyatakan, dari 82 kota IHK, 43 kota mengalami inflasi dan 39 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,22 persen dengan IHK sebesar 136,49, dan terendah terjadi di Pematangsiantar, Tual dan Ternate masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 140,89; 159,94; dan 140,32. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Balikpapan sebesar 0,69 persen dengan IHK sebesar 140,49 dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 136,35.

Sementara itu, komponen inti pada Oktober 2019 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Oktober) 2019 sebesar 2,80 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Oktober 2019 terhadap Oktober 2018) sebesar 3,20 persen. Komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,10 persen. Sementara komponen yang harganya diatur pemerintah tidak memberikan andil, sedangkan komponen yang harganya bergejolak memberikan andil deflasi sebesar 0,08 persen.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon