Kembangkan Tiga Proyek Baru, ACP Bidik Penjualan Rp 25,9 Triliun

Kembangkan Tiga Proyek Baru, ACP Bidik Penjualan Rp 25,9 Triliun
Kika: Djoko Santoso selaku Manajer Biro Promosi, Ustaz Yusuf Mansur, Nanang Safrudin Salim selaku Project Director Rivia, Pundjung Setya Brata selaku Komisaris Utama PT Adhi Commuter Properti serta Hanif Setyo Nugroho selaku Direktur Pemasaran & Pengelolaan Properti ACP saat Soft Launching Tiga Proyek Hunian Baru di Jakarta, Senin (18/11/2019). ( Foto: BeritaSatu Photo / Mashud )
Mashud Toarik / MT Senin, 18 November 2019 | 20:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pengembang properti PT Adhi Commuter Properti (ACP) merilis tiga proyek hunian baru yang berlokasi di Bogor, terdiri dari Rivia dan Adhi City di Kawasan Sentul, serta Grand Central Bogor (GCB) yang merupakan hunian vertikal berkonsep TOD di Stasiun KRL Kota Bogor.

GCB sebelumnya dikembangkan oleh PT Mega Graha Citra Perkasa yang merupakan anak usaha PT Cowell Development. Saat ini proyek tersebut sudah dalam genggaman ACP setelah dilakukannya proses akuisisi dari Mega Graha.

Hanif Setyo Nugroho mengatakan, pihaknya optimisme tiga proyek baru tadi akan diminati masyarakat. Hal ini terlihat dari tingginya antusiame pembelian unit di pameran IPEX 2019 yang digelar di JCC, Jakarta.

“Nilai jual proyek hunian kami adalah akses yang mudah dari transportasi publik, baik LRT, commuter line maupun jalan tol,” urainya di acara Soft Launching Rivia, Adhi City dan GCB di JCC, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Adapun angka penjualan yang ditargetkan ACP pada proyek tersebut masing-masing Rp 2,3 triliun dari proyek Rivia dengan jangka waktu pengembangan selama 7 tahun, lalu Rp 600 miliar dari GCG dalam jangka waktu 3 tahun dan Adhi City sebesar Rp 23 triliun dengan masa pengembangan selama 20 tahun.

Berbeda dengan Rivia dan GCG yang merupakan hunian vertikal, pada proyek Adhi City, anak usaha PT Adhi Karya Tbk ini mengembangkan hunian tapak atau landed house di atas lahan seluas 120 hektare (ha).

“Pengembangan rumah tapak merupakan upaya ACP dalam menjawab permintaan generasi milenial yang sebagian masih menginginkan rumah bukan apartemen,” ujar Hanif.

Untuk itu dalam pengembangan proyek Adhi City tahap I sebanyak 400 unit rumah, ACP menawarkan dua klaster dimana satu klaster khusus menyasar segmen milenial. Begitu pula dengan harga jual yang ditawarkan disesuaikan kemampuan mereka yang umumnya memiliki masa kerja yang belum lama.

“Unit rumah di Adhi City mulai ditawarkan dengan harga Rp 500 juta, sehingga bisa menjangkau karyawan dengan penghasilan Rp 6 juta – 7 juta,” ujarnya.

Selain klaster berukuran 36 m2 dengan lahan seluas 60 m2. Pada tahap I Adhi City juga ditawarkan tipe untuk generasi yang lebih senior (mapan) yakni ukuran 60 m2 dengan luas lahan 120 m2. “Fasilitas dari dua klaster tadi disesuaikan segmen pasar yang dituju. Misalnya fasum untuk anak muda karena dianggap lebih suka berkumpul, sementara tipe untuk senior disiapkan fasilitas yang lebih privat,” imbuhnya.

Gandeng Yusuf Mansur

Adapun Rivia merupakan hunian vertikal yang berada di lahan seluas 4,5 ha. Di proyek ini ACP akan membangun 5 tower dimana 4 tower merupakan apartemen dengan total sebanyak 2.000 unit. Sementara 1 tower lainnya berbentuk kondotel dengan kamar sebanyak 500 unit.

Pada proyek Rivia, ACP menggandeng ustadz kondang Yusuf Mansyur. Dalam kesempatan itu Yusuf Mansyur mengatakan dirinya merupakan pemilik lahan pada proyek tersebut, adapun sistem kerjasamanya adalah bagi hasil.

Terkait ketertarikannya terjun di bisnis properti, Yusuf mengatakan hal ini merupakan panggilan hati untuk ikut membantu masyarakat dan umat dalam menyiapkan hunian. “Properti itu bagus, bisnis yang baik dan keren sekaligus mendatangkan pahala,” urainya.

Lebih jauh, adanya Yusuf Mansyur dalam proyek apartemen dengan harga jual mulai dari Rp 750 juta per unit ini akan mendatangkan nuasa berbeda. “Kami akan siapkan sarana edukasi sesuai kebutuhan penghuni apartemen,” imbuhnya.

Selain akses jalan tol Jogarawi serta rencana pengembangan LRT Tahap II, selling point Rivia tersedianya fasilitas empat lift dalam satu tower. Selain itu hanya terdapat 20 unit dalam satu lantai serta paket penjualan full furnish termasuk pada tipe 30,5 m2.



Sumber: Majalah Investor