Lima Tahun Terakhir, Dana Kelolaan ETF Naik 4 Kali Lipat
Rabu, 20 November 2019 | 21:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dana kelolaan atau asset under management (AUM) produk Exchange Traded Fund (ETF) berkembang pesat. Dalam lima tahun terakhir periode 2015-2019, tumbuh empat kali lipat.
"Dana kelolaan ETF meningkat lebih dari empat kali lipat, dari hanya Rp 2,6 triliun pada awal tahun 2015 menjadi Rp 15 triliun per 14 November 2019," kata Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sujanto di sela Indonesia ETF Conference 2019 dengan tema "Investment Revolution 4.0: Riding The Waves of Optimism" di Jakarta, Rabu (20/11/2019).
Dalam keterangan yang diterima, jumlah produk ETF juga bertambah sebanyak 26 produk, dari hanya tujuh produk pada awal 2015 menjadi 33 produk per 14 November 2019. "Variasi produk ETF pun semakin beragam dimana produk ETF tidak hanya dikelola secara pasif dengan mengikuti indeks tetapi juga dikelola secara aktif sesuai dengan strategi masing-masing Manajer Investasi," kata Sujanto.
Sementara secara umum total dana kelolaan pada di industri pengelolaan investasi meningkat hampir dua kali lipat dari Rp 414 triliun di awal tahun 2015 menjadi Rp 814 triliun per 14 November 2019.
Sebagian besar kenaikan disebabkan produk reksa dana, dimana dana kelolaan tumbuh dua kali lipat, yaitu dari Rp 242 triliun pada awal 2015 menjadi Rp 551 triliun per 14 November 2019. "Begitu juga dengan jumlah produk reksa dana yang telah bertambah sebanyak 1.270 produk dari 895 pada awal 2015 menjadi 2.165 per 14 November 2019," kata Sujanto.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama IndoPremier Sekuritas, Moleonoto The mengatakan, sejak diluncurkan pertama kali atas inisiatif PT Indo Premier Sekuritas pada Desember 2007 lalu, AUM produk ETF naik dari Rp 557 miliar menjadi Rp 15,2 triliun.
Adapun dalam Indonesia ETF Conference 2019 yang mengambil tema "Investment Revolution 4.0: Riding The Waves of Optimism" sesuai era perkembangan industri dimana seluruh sektor dituntut bertransformasi dalam pengembangan bisnis, tidak terkecuali pasar modal Indonesia.
Indonesia ETF Conference 2019 menjadi salah satu cara komitmen IndoPremier sebagai Dealer Partisipan untuk berinovasi dalam pengembangan produk pasar modal, khususnya ETF dan mengenalkan produk ini secara lebih luas kepada seluruh investor. "IndoPremier sebagai sekuritas karya anak bangsa berupaya melakukan terobosan guna mendongkrak pertumbuhan pasar modal Indonesia," kata Moleonoto The.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi yang hadir di acara ini menyambut baik conference hari ini, terutama dalam upaya mengembangkan produk ETF di era revolusi industri 4.0. "ETF merupakan salah satu produk investasi yang banyak diminati oleh investor retail dan institusional karena return yang ditawarkan dan keunggulan lainntya sebagai alat investasi yang efisien dan praktis," tegas Inarno Djajadi.
Di kawasan ASEAN, saat ini Indonesia menempati posisi pertama dari sisi jumlah produk ETF berbasis local index, sedangkan dari sisi total jumlah produk ETF, Indonesia menempati posisi kedua setelah Singapura yang memiliki 51 ETF.
"Semakin banyaknya pelaku pasar yang masuk ke pasar ETF saat ini juga mencerminkan keyakinan pasar akan potensi pertumbuhan produk ETF sebagai salah satu alternatif produk investasi bagi investor di Pasar Modal Indonesia, baik kalangan ritel maupun institusi," tandas Inarno Djajadi.
Sejalan dengan momentum perkembangan ETF saat ini, BEI berupaya mendorong pendalaman pasar ETF dengan merumuskan berbagai kebijakan terkait ETF dengan melibatkan OJK, Manajer Investasi, Dealer Partisipan, dan pihak terkait lainnya. "Salah satu insentif yang baru saja dikeluarkan BEI antara lain memberikan pembebasan biaya transaksi Dealer Partisipan mulai September 2019," kata Inarno.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




