Transaksi Perdana Saham MNC Sky Vision Menguat
Senin, 9 Juli 2012 | 10:28 WIB
Seperti diketahui, perseroan menawarkan sekitar 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan penuh atau sekitar 1.412.776.000 lembar
Saham perdana PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) pada awal perdagangan hari ini naik tipis Rp80 atau 5,62 persen ke level Rp1.650 dari harga pelaksanaan Rp1.520 per lembar.
Pergerakan saham perusahaan pada lima menit pertama perdagangan sempat melemah dan kini berada pada level Rp1.590 per lembar. Tapi tetap naik dibandingkan harga perdana saham perseroan sebanyak Rp60, atau 5,26 persen dari harga perdana.
Seperti diketahui, perseroan menawarkan sekitar 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan penuh atau sekitar 1.412.776.000 lembar. Ini terdiri dari saham baru 847.666.000 lembar dan saham divestasi milik PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) sebanyak 565.110.00 lembar.
Hasil IPO sekitar 70 persen digunakan sebagai belanja modal diantaranya pembelian dekoder, antena, kartu tayang, dan peralatan penunjang penyiaran. Selain itu, dana IPO juga sebagai pelunasan pinjaman perseroan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp50 miliar.
Selain itu, perseroan juga akan melunasi utang dari pemegang saham pengendali, PT Global Mediacom Tbk sebanyak Rp170 miliar yang didapatkan secara bertahap. Sisanya sebagai modal kerja berupa rekondisi dekoder dan perbaikan fasilitas kerja.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT MNC Securites. Keduanya menjamin kesanggupan penuh (full commitment) terdapat IPO MNC Sky Vision.
Saham perdana PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) pada awal perdagangan hari ini naik tipis Rp80 atau 5,62 persen ke level Rp1.650 dari harga pelaksanaan Rp1.520 per lembar.
Pergerakan saham perusahaan pada lima menit pertama perdagangan sempat melemah dan kini berada pada level Rp1.590 per lembar. Tapi tetap naik dibandingkan harga perdana saham perseroan sebanyak Rp60, atau 5,26 persen dari harga perdana.
Seperti diketahui, perseroan menawarkan sekitar 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan penuh atau sekitar 1.412.776.000 lembar. Ini terdiri dari saham baru 847.666.000 lembar dan saham divestasi milik PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) sebanyak 565.110.00 lembar.
Hasil IPO sekitar 70 persen digunakan sebagai belanja modal diantaranya pembelian dekoder, antena, kartu tayang, dan peralatan penunjang penyiaran. Selain itu, dana IPO juga sebagai pelunasan pinjaman perseroan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp50 miliar.
Selain itu, perseroan juga akan melunasi utang dari pemegang saham pengendali, PT Global Mediacom Tbk sebanyak Rp170 miliar yang didapatkan secara bertahap. Sisanya sebagai modal kerja berupa rekondisi dekoder dan perbaikan fasilitas kerja.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT MNC Securites. Keduanya menjamin kesanggupan penuh (full commitment) terdapat IPO MNC Sky Vision.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




