Pemerintah Guyur BUMN Rp 18,7 Triliun
Senin, 2 Desember 2019 | 21:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Kementerian Keuangan bakal menggelontorkan Rp 18,7 triliun dalam penyertaan modal negara (PMN) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2020.
Dari besaran PMN yang sebesar Rp 18,7 triliun akan disertakan dalam bentuk tunai dan non tunai. Sri Mulyani menjabarkan PMN itu terbagi untuk 7 BUMN dan 1 khusus untuk penguatan neraca transaksi berjalan.
PT PLN akan mendapatkan jatah PMN terbesar yakni Rp 5 triliun untuk pembangunan proyek-proyek ketenagalistrikan.
"PLN dapat Rp 5 triliun terutama untuk pembangunan program pembangkit tenaga listrik termasuk untuk energi baru terbarukan, selain itu untuk listrik desa serta percepatan di wilayah terluar terdepan dan tertinggal," kata Sri Mulyani saat melakukan rapat dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (2/12/2019).
Kemudian PT Hutama Karya (HK) diguyur PMN sebesar Rp 3,5 triliun.
"Itu dimanfaatkan untuk mendukung penyelesaian ruas-ruas prioritas dari tol Trans Sumatera seperti Pekanbaru-Dumai, Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung," ujar Sri Mulyani.
Selain itu ada PMN dalam bentuk non tunai yang diajukan kepada PT PANN sebesar Rp 3,76 triliun. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebesar Rp 0,27 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




