Korni Minta Pemerintah Serius Kembangkan Industri Kecil
Selasa, 17 Desember 2019 | 12:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komite Relawan Nasional Indonesia (Korni) meminta pemerintah agar lebih fokus memacu daya saing industri kecil di dalam negeri. Sebab, industri kecil merupakan sektor mayoritas dari populasi usaha di Tanah Air yang memiliki peran besar dalam mendongrak perekonomian nasional.
"Jadi, kami mendorong agar Bapak Presiden Joko Widodo benar-benar serius memperhatikan pelaku industri kecil kita agar tumbuh dan berkembang. Selain itu, terus gencar menumbuhkan wirausaha baru, termasuk para pengusaha muda serta start-up," kata Ketua Umum Korni, Basri BK, dalam siaran pernya, Selasa (17/12/2019).
Basri menyebutkan, berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemperin), jumlah industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri, hingga saat ini, telah melampaui 4,4 juta unit dan menyerap tenaga kerja lebih dari 10,1 juta orang. Ini menjadi kekuatan ekonomi Indonesia, apalagi berdasarkan pengalaman krisis ekonomi lalu, sektor IKM yang mampu kuat bertahan terhadap krisis tersebut.
Basri menjelaskan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menumbuhkan wirausaha muda, mengingat adanya momentum bonus demografi yang akan dinikmati hingga tahun 2030. Saat bonus demografi itu, rasio populasi angkatan kerja bakal meningkat dibanding non-angkatan kerja.
Bahkan, seiring dengan masuknya era industri 4.0, para pelaku usaha di Indonesia perlu disiapkan agar bisa melek teknologi modern atau digitalisasi. Artinya, era generasi millenial saat ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi.
"Apalagi, pemerintah telah memiliki roadmap Making Indonesia 4.0, di mana salah satu program prioritasnya adalah mengembangkan sektor IKM," ujarnya. Oleh karena itu, diperlukan pula program kemitraan antara pelaku IKM dengan e-commerce misalnya.
Ia mengaku optimistis, Indonesia bisa merebut peluang besar dari potensi ekonomi digital yang diproyeksikan bisa meningkatkan nilai tambah terhadap PDB nasional sebesar US$ 150 miliar pada tahun 2025.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan sedikitnya 4 juta wirausaha baru untuk turut mendorong penguatan struktur ekonomi. Sebab, saat ini rasio wirausaha di dalam negeri masih sekitar 3,1% dari total populasi penduduk.
Meskipun rasio wirausaha di Indonesia sudah melampaui standar internasional, yakni sebesar 2%, Indonesa perlu menggenjot lagi untuk mengejar capaian negara tetangga.
Misalnya, Singapura saat ini sudah mencapai angka 7%, sedangkan Malaysia berada di level 5%. Apabila dihitung dengan populasi penduduk Indonesia sekitar 260 juta jiwa, jumlah wirausaha nasional mencapai 8,06 juta jiwa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




