Jelang Ramadhan, Harga Eceran Bahan Pokok Merangkak Naik
Selasa, 10 Juli 2012 | 17:31 WIB
Harga di tingkat pedagang grosir khususnya untuk beras dan daging cenderung stabil.
Menjelang bulan Ramadhan, harga-harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan cukup signifikan. Bawang putih, cabe keriting, daging sapi, ayam potong, dan telur ayam mengalami kenaikan berkisar harga 0,14 - 29,41 persen.
Meningkatnya permintaan menjadi pemicu kenaikan harga tersebut.
“Seperti biasa, menjelang bulan puasa dan lebaran konsumsi masyarakat meningkat yang dibarengi kenaikan harga. Untuk itu saya minta disiapkan operasi pasar agar kenaikan harga bisa kita kendalikan,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai melakukan kunjungan ke pasar Tomang Barat dan pasar Kebayoran Lama, hari ini.
Dia mengatakan, dari pantauan harga di 11 pasar tradisional, Pasar Induk Beras Cipinang dan Pasar Induk Kramat Jati pada 28 Juni hingga 4 Juli 2012, tercatat harga eceran komoditi bahan pokok dan bahan penting lainnya mengalami kenaikan.
Sedangkan harga di tingkat pedagang grosir khususnya untuk beras dan daging cenderung stabil. “Dari indikasi yang ada, kemungkinan ada hambatan dalam jaringan distribusi,” ungkapnya.
Dari laporan pantauan di tingkat eceran, harga beras naik 0,14 - 1,03 persen, daging sapi naik 0,16- 0,80 persen, ayam potong 2,63 persen, telur ayam 1,98 persen, bandeng 3,74 persen, cabe rawit merah 5,41 persen, gula pasir 0,46 persen, dan tepung terigu 0,33 persen.
“Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan pada masa liburan sekolah dan menjelang bulan puasa,” tuturnya.
Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan antara lain harga minyak goreng curah yang turun 0,73 persen dan gas LPG 0,19 hingga 0,46 persen.
Di tingkat grosir, khusus untuk jenis beras dan daging sapi cenderung stabil.Sedangkan bawang merah turun sebesar 16,33 persen dikarenakan pasokan dari daerah produsen meningkat terutama dari Brebes dan Patrol panen raya.
“Sementara pasokan beras meningkat dibandingkan pada minggu lalu, stok di pedagang di PIBC per tanggal 3 Juli 2012 sebanyak 14.616 ton, cukup untuk 6 hari, ditambah dengan stok beras di Bulog Drive DKI Jakarta sebanyak 117.013 ton yang cukup untuk 9,63 bulan,” ujar Fauzi.
Menjelang bulan Ramadhan, harga-harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan cukup signifikan. Bawang putih, cabe keriting, daging sapi, ayam potong, dan telur ayam mengalami kenaikan berkisar harga 0,14 - 29,41 persen.
Meningkatnya permintaan menjadi pemicu kenaikan harga tersebut.
“Seperti biasa, menjelang bulan puasa dan lebaran konsumsi masyarakat meningkat yang dibarengi kenaikan harga. Untuk itu saya minta disiapkan operasi pasar agar kenaikan harga bisa kita kendalikan,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai melakukan kunjungan ke pasar Tomang Barat dan pasar Kebayoran Lama, hari ini.
Dia mengatakan, dari pantauan harga di 11 pasar tradisional, Pasar Induk Beras Cipinang dan Pasar Induk Kramat Jati pada 28 Juni hingga 4 Juli 2012, tercatat harga eceran komoditi bahan pokok dan bahan penting lainnya mengalami kenaikan.
Sedangkan harga di tingkat pedagang grosir khususnya untuk beras dan daging cenderung stabil. “Dari indikasi yang ada, kemungkinan ada hambatan dalam jaringan distribusi,” ungkapnya.
Dari laporan pantauan di tingkat eceran, harga beras naik 0,14 - 1,03 persen, daging sapi naik 0,16- 0,80 persen, ayam potong 2,63 persen, telur ayam 1,98 persen, bandeng 3,74 persen, cabe rawit merah 5,41 persen, gula pasir 0,46 persen, dan tepung terigu 0,33 persen.
“Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan pada masa liburan sekolah dan menjelang bulan puasa,” tuturnya.
Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan antara lain harga minyak goreng curah yang turun 0,73 persen dan gas LPG 0,19 hingga 0,46 persen.
Di tingkat grosir, khusus untuk jenis beras dan daging sapi cenderung stabil.Sedangkan bawang merah turun sebesar 16,33 persen dikarenakan pasokan dari daerah produsen meningkat terutama dari Brebes dan Patrol panen raya.
“Sementara pasokan beras meningkat dibandingkan pada minggu lalu, stok di pedagang di PIBC per tanggal 3 Juli 2012 sebanyak 14.616 ton, cukup untuk 6 hari, ditambah dengan stok beras di Bulog Drive DKI Jakarta sebanyak 117.013 ton yang cukup untuk 9,63 bulan,” ujar Fauzi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




