Iperindo Yakin Industri Galangan Kapal Lebih Bergairah di 2020
Senin, 23 Desember 2019 | 14:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) meyakini industri galangan kapal nasional bakal lebih bergairah pada tahun depan. Pasalnya, perusahaan-perusahaan pelayaran swasta dalam negeri berkomitmen untuk memesan kapal baru di galangan nasional.
Ketua Umun Iperindo Eddy Kurniawan Logam mengutarakan, pihaknya bersama Indonesian National Shipowners Association (INSA) sudah sejak lama mendorong agar perusahaan pelayaran nasional dapat kebijakan yang sama seperti di luar negeri terkait pinjaman bank untuk pembelian kapal baru, yakni bunga rendah dan tenor panjang. Saat ini, kebijakan yang diharapkan itu mulai menemui titik terang.
"INSA berkomitmen akan membangun kapal dalam negeri dengan catatan perbankan mendukung dengan pengembalian jangka panjang 12-15 tahun dan bunga single digit," ungkap Eddy di Jakarta, Senin (23/12).
Dia menambahkan, potensi permintaan pasar untuk kapal baru dari perusahaan pelayaran nasional sangatlah besar.
"Jadi, kami tidak hanya fokus pembelian kapal dari pihak pemerintah atau BUMN saja, tapi sektor swasta kita lihat peluangnya besar sekali. Itulah yang akan kita mulai gali bersama-sama dengan dibantu lembaga finansial, yakni perbankan," imbuh Eddy.
Selain itu, ungkap dia, yang membuat tahun 2020 menjadi lebih bergairah untuk industri galangan kapal adalah mulai dibukanya lelang pembuatan kapal yangdari PT Pertamina Trans Kontinental.
"Kami lihat prospek pembangunan kapal di 2020 ini akan cukup baik. Pertamina Trans Kontinental sedang mengumumkan tender dengan jumlah yang cukup banyak. Belum lagi kita lihat kebutuhan dari Angkatan Darat dan Angkatan Laut di tahun 2020 juga akan bertambah," terang Eddy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




