ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Survei PwC: Mayoritas CEO Proyeksi Ekonomi Global Melambat

Selasa, 21 Januari 2020 | 09:51 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Ilustrasi
Ilustrasi (Antara/Sigid Kurniawan)

Davos, Beritasatu.com - Lebih dari separuh kepala eksekutif perusahaan-perusahaan memperkirakan pada tahun 2020 terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Kondisi ini sangat berbeda dengan kepercayaan yang telah mengangkat pasar saham.

Demikian survei tahunan PricewaterhouseCoopers (PwC) yang diterbitkan Senin (20/1/2020) menjelang pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swis pada 21-24 Januari 2020. Survei PwC menemukan 53 persen CEO di seluruh dunia memperkirakan tingkat pertumbuhan global akan turun, dibandingkan 29 persen tahun sebelumnya, atau tingkat pesimisme tertinggi sejak perusahaan akuntan itu mulai mengajukan pertanyaan pada 2012.

Sementara banyak saham-saham perusahaan besar terbang mendekati rekor tertinggi, di tengah mencairnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok. Laporan Deutsche Bank baru-baru ini mengatakan, investor bertaruh bahwa pertumbuhan global akan meningkat dan memiliki eksposur terbesar ke ekuitas dalam dua tahun.

Sebanyak 1.581 CEO diwawancara pada 83 negara yang dilakukan antara September dan Oktober 2019, sebelum Tiongkok dan Amerika Serikat menandatangani kesepakatan awal untuk menyelesaikan beberapa sengketa perdagangan.

ADVERTISEMENT

Hanya 27 persen CEO yang disurvei mengatakan bahwa mereka sangat percaya perusahaan mereka akan tumbuh selama 12 bulan ke depan.

PwC mengatakan pertumbuhan global dapat melambat menjadi 2,4 persen pada 2020.

"Potensi pelamtan global karena ketidakpastian yang masih ada akibat ketegangan perdagangan, masalah geopolitik dan kurangnya kesepakatan menghadapi perubahan iklim," kata Ketua jaringan internasional PwC, Bob Moritz.

CEO juga semakin khawatir tentang ancaman dunia maya dan perubahan iklim, kata PwC. Lebih dari dua pertiga CEO yang disurvei percaya bahwa pemerintah akan memperkenalkan undang-undang baru untuk mengatur konten media sosial dan memecah dominannya perusahaan teknologi.

Meskipun perubahan iklim tidak masuk dalam sepuluh besar ancaman terhadap prospek pertumbuhan dari para CEO, survei tersebut menemukan keinginan kuat di antara banyak pemimpin bisnis untuk mengurangi jejak karbon perusahaan mereka.

CEO sekarang dua kali lebih mungkin untuk sangat setuju bahwa berinvestasi dalam inisiatif perubahan iklim akan meningkatkan keunggulan reputasi, kata PwC.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon