ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelindo III Siapkan Antisipasi Masuknya Virus Korona

Sabtu, 1 Februari 2020 | 21:50 WIB
AA
FH
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: FER
Kegiatan bongkar muat kapal petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Kegiatan bongkar muat kapal petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Beritasatu Photo/Istimewa)

Surabaya, Beritasatu.com - PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) telah mengantisipasi kemungkinan masuknya virus korona ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

VP Corporate Communication PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Wilis Aji Wiranata, mengatakan, langkah antisipatif terhadap kemungkinan masuknya virus korona melalui Pelabuhan Tanjung Perak sudah disiapkan oleh Pelindo III dengan KKP. Misalnya, untuk kapal internasional yang berangkat dari negara endemik, sebelum masuk pelabuhan akan dilakukan pengecekan oleh pihak KKP.

"Pemeriksaan dilakukan sebelum kapal masuk ke Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Tepatnya antara buoy 2 dan buoy 3, kapal akan dihentikan, selanjutnya petugas KKP akan naik kapal untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan. Pemeriksaan ini khusus dilakukan pada kapal internasional yang direct atau langsung ke Surabaya," kata Wilis di Surabaya, Sabtu (1/2/2020).

"Jika kapal dinyatakan clear and clean, maka Pelindo III baru akan mengirimkan kapal pandu sehingga kapal tersebut bisa sandar dan melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak," imbuh Wilis.

ADVERTISEMENT

KKP juga telah meletakkan satu unit alat pendeteksi suhu tubuh di terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) untuk melakukan pengecekan kepada seluruh penumpang kapal yang sandar di pelabuhan Tanjung Perak.

Terhadap kemungkinan adanya awak kapal atau penumpang kapal yang kemudian diketahui terindikasi terpapar virus korona, setidaknya tiga langkah antisipatif juga telah disiapkan. Pertama, pengidap langsung dirawat di Rumah Sakit Rujukan. Kedua, mereka dideportasi. Ketiga, kapal ditolak sandar di pelabuhan.

"Untuk keputusan itu, kami mengikuti sepenuhnya keputusan yang diambil oleh KKP. Seluruh langkah antisipasi, telah kami sosialisasi kepada agen pelayaran," ungkap Wilis.

Wilis menambahkan, Pelindo III juga melibatkan Rumah Sakit PHC untuk menyiapkan satu ruangan isolasi khusus di rumah sakit itu, yang akan digunakan untuk melakukan screening awal bagi awak kapal maupun penumpang kapal yang terindikasi terpapar virus korona. "Selanjutnya pasien akan dirujuk ke sejumlah Rumah Sakit yang telah ditunjuk," terangnya.

Adapun Rumah Sakit yang ditunjuk adalah RSU Dr Soetomo Surabaya, RSU Dr Saiful Anwar Malang, RSU Dr Soebandi Jember, RS Dr Koesma Tuban, RS Dr S Djatikoesoemo Bojonegoro, RS Pare Kediri, RD Blambnagan Banyuwangi dan RS Soedono Madiun

Data Pelindo III menunjukkan, bahwa jumlah kapal petikemas dan curah kering yang datang langsung dari Tiongkok ke Surabaya melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya rata-rata mencapai 26 unit hingga 36 unit per bulan. Pada Desember 2019, terdapat sekitar 36 unit kapal. Sementara pada Januari 2020, jumlah kapal sedikit menurun menjadi 26 unit kapal.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Libur Nataru, Pelindo III Tambah Kursi dan Ruang Tunggu Prioritas

Libur Nataru, Pelindo III Tambah Kursi dan Ruang Tunggu Prioritas

JAWA TIMUR
Jaksa Periksa 5 Saksi pada Kasus Korupsi Pelindo III

Jaksa Periksa 5 Saksi pada Kasus Korupsi Pelindo III

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon