Ekonomi Dilanda Ketidakpastian, Bisnis Perumahan Diyakini Berpeluang Tumbuh
Senin, 3 Februari 2020 | 21:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tahun 2019 bukan era mudah bagi perekonomian nasional dan kondisi bisnis, hal ini karena berbagai sentimen skala global yang muncul, salah satunya perang dagang.
Masuk di tahun 2020, dampak lanjutan tertekannya ekonomi global diyakini masih berlanjut. Kendati begitu masih ada ruang optimisme bagi perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari cukup besarnya capital inflow, termasuk melalui obligasi global yang diterbitkan oleh sejumlah korporasi.
Pandangan ini mengemuka dalam acara Market Outlook 2020 BTN Prioritas bertema "Pertumbuhan Ekonomi Indonesia menjawab Ketidakpastian Global" yang digelar di Jakarta pada, Senin malam (3/2/2020).
Dalam acara itu Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) Tbk mengatakan, salah satu pemicu kepercayaan diri pemodal asing masuk adalah keyakinan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan Pahala akan mencapai level 5,3% di tahun 2020.
"Optimisme bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia diantaranya didorong dampak penerapan omnibus law yang akan direalisasikan pemerintah," ujarnya.
Kendati begitu dari sisi bisnis, BTN menurutnya tetap memilih langkah hati-hati di tahun tikus logam ini. Kehati-hatian ini menurut Pahala tercermin pada rencana bisnis bank (RBB) BTN 2020.
"Tahun ini kami memasang target konservatif pertumbuhan kredit di level 10%. Pasalnya, kami masih terus memantau perkembangan ekonomi global dan nasional, serta daya beli masyarakat pada 2020," jelas Pahala.
Kendati mematok target konservatif, Pahala menuturkan pihaknya tetap berfokus pada bisnis utama yakni perumahan.
Perseroan, tambah dia, akan memaksimalkan penggarapan sektor perumahan di berbagai sentra ekonomi daerah di Tanah Air. Namun, tetap memerhatikan perkembangan di daerah itu, terutama yang terdampak penurunan harga komoditas.
Fokus perseroan pada sektor perumahan juga dinilai Pahala sejalan dengan masifnya pembangunan infrastruktur di seluruh nusantara. Langkah perseroan mempertahankan fokus ke perumahan juga digelar mengingat sektor ini memiliki multiplier effect bagi 170 industri terkait lainnya.
Sektor perumahan pun dipandang masih memiliki ruang gerak yang cukup luas di Indonesia. Sebab, gap antara kebutuhan rumah baru dengan kapasitas bangun para pengembang masih tinggi. Belum lagi, masih banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan di bawah MBR yang unbankable.
"Kontribusi sektor perumahan terhadap PDB [Produk Domestik Bruto] Indonesia baru mencapai 3%, artinya masih besar peluang untuk mengakselerasi industri ini. Apalagi sektor ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang," tutur Pahala.
Adanya dukungan pemerintah di sektor perumahan subsidi pun dinilai masih akan menjadi angin segar bagi industri ini. Pemerintah sejak 2015 mendukung sektor perumahan melalui Program 1 Juta Rumah. Apalagi, rencana pengalihan subsidi energi ke perumahan subsidi dinilai akan dapat menaikkan jumlah unit terbangun.
Skenarionya, sebut Pahala, jika dana tambahan yang dikucurkan berkisar Rp1 triliun-Rp25 triliun, maka unit terbangun bisa mencapai 8.000-200 ribu unit untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kemudian, untuk program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2PT) dapat menambah 20 ribu-260 ribu unit.
Sementara itu dalam paparannya Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara mengatakan, dalam APBN 2020 pemerintah mengalokasikan dana Rp 18,67 triliun bagi sektor properti. Dana tersebut dialokasikan dalam bentuk FLPP, SBUM, SSB dan Penyertaan Modal Negara bagi SMF. Selain itu berlapis insentif fiskal telah bergulir dalam rangka mendorong pertumbuhan sektor properti.
Keberpihakan ini menurutnya dilakukan karena sektor properti dan real estate merupakan lokomotif yang turut menggerakan sektor lain. Sementara kedepannya Suahasil melihat peluang yang cukup terbuka bagi pertumbuhan sektor properti, selain backlog perumahan yang masih tinggi, juga terdapat peluang terkait pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




