Jokowi Ingin Kemudahan Berusaha Naik ke Peringkat 40
INDEX

BISNIS-27 538.843 (9.76)   |   COMPOSITE 6321.86 (107.9)   |   DBX 1200.53 (9.93)   |   I-GRADE 184.241 (6.4)   |   IDX30 532.439 (13.05)   |   IDX80 142.581 (3.74)   |   IDXBUMN20 424.518 (18.32)   |   IDXESGL 148.639 (1.84)   |   IDXG30 144.207 (3.69)   |   IDXHIDIV20 468.297 (10.48)   |   IDXQ30 151.63 (3.41)   |   IDXSMC-COM 289.047 (5.63)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (16.02)   |   IDXV30 145.782 (3.85)   |   INFOBANK15 1071.04 (26.84)   |   Investor33 457.812 (8.8)   |   ISSI 186.628 (3)   |   JII 657.942 (12.88)   |   JII70 230.141 (4.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (29.01)   |   LQ45 989.051 (25.8)   |   MBX 1747.76 (32.18)   |   MNC36 338.242 (6.45)   |   PEFINDO25 338.749 (2.41)   |   SMInfra18 324.227 (7.63)   |   SRI-KEHATI 391.331 (7.38)   |  

Jokowi Ingin Kemudahan Berusaha Naik ke Peringkat 40

Rabu, 12 Februari 2020 | 21:10 WIB
Oleh : Aichi Halik / AHL

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan para menterinya untuk melakukan sejumlah upaya guna menggenjot peringkat Ease of Doing Business (EoDB) atau kemudahan berusaha di Indonesia.

Saat ini Indonesia berada di peringkat 73. Peringkat ini naik dibandingkan tahun 2014 sejak Jokowi pertama kali menjabat yakni di posisi 120.

"Kalau dilihat dari 2014 berada pada posisi di 120, sebuah lompatan yang baik. Tapi saya minta agar kita berada pada posisi 40," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait 'Akselerasi Peringkat Kemudahan Berusaha' di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk mengawasi dan mengevaluasi secara berkala sejumlah komponen yang masih bermasalah.

Jokowi menekankan penyederhanaan prosedur dan waktu kemudahan berusaha.

"Masalah utama yang harus kita benahi adalah prosedur dan waktu yang harus disederhanakan," ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, selama ini masih dibutuhkan 11 prosedur dan waktu hingga 13 hari untuk memulai usaha di Indonesia.

"Kalau kita bandingkan dengan Tiongkok misalnya prosedur memulai usaha hanya dibutuhkan empat tahapan, dan dapat diselesaikan dalam 9 hari. Artinya kita harus lebih baik dari mereka," ujar Jokowi.

Diketahui ada 10 indikator yang menjadi ukuran kemudahan berusaha di suatu negara yakni kemudahan memulai usaha, kemudahan memperoleh sambungan listrik, pembayaran pajak, pemenuhan kontrak, penyelesaian kepailitan, pencatatan tanah dan bangunan, permasalahan izin pembangunan, kemudahan memperoleh kredit, perlindungan investor, dan perdagangan lintas negara.

Jokowi juga meminta agar upaya menggenjot peringkat EoDB tidak hanya ditujukan pada pelaku menengah dan besar. Melainkan juga pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dengan memberikan kemudahan membuka usaha tanpa izin.

"Saya minta perhatian EoDB tidak hanya ditujukan untuk pelaku menengah dan besar, tapi juga diutamakan usaha mikro, usaha kecil, agar fasilitas kemudahan berusaha ini diberikan, baik dalam penyederhanaan atau mungkin tidak usah izin hanya registrasi biasa," ucap Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Omnibus Law Diyakini Bisa Hilangkan Dampak Negatif Virus Korona

Regulasi baru ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 0,2% sampai 0,3% di 2020.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Kemhub dan KKP Setuju Perlindungan Pelaut di Bawah Kemnaker

Kemhub sepakat pelaut yang bekerja di luar negeri dilindungi UU PPMI.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Vasanta Innopark Tutup Atap Dua Menara Apartemen

PT Sirius Surya Sentosa merencanakan serah terima unit (handover) kedua tower ini kepada pelanggan awal 2021.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Pemerintah Beri Diskon Tarif Listrik untuk Industri

Saat ini harga listrik untuk industri sekitar US$ 7,1-7,2 sen per kilowatt hours (kwh).

EKONOMI | 12 Februari 2020

MAGI Bayarkan Klaim Banjir Rp 124 Miliar

MAGI menargetkan pertumbuhan double digit dalam lini bisnis komersial maupun retail di tahun 2020.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Logo Pavilliun Indonesia di Expo Dubai Cerminkan Identitas Bangsa

Logo Paviliun Indonesia ini akan dipakai sebagai identitas komunikasi tercetak maupun digital.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Rentan terhadap Bahaya, Pentingnya Asuransi bagi Rig Migas Lepas Pantai

Pentingnya asuransi bagi industri migas yang rentan terhadap bahaya berupa kerusakan pada rig.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Kelalaian Berkendara: Penyebab Utama Kecelakaan Lalu Lintas

Kelalaian berkendara menjadi penyebab utama kecelakaan utama lalu lintas, sehingga kepatuhan pada prosedur keselamatan perlu ditingkatkan.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Biaya Produksi Dibenahi, Produsen Baja Lokal akan Pasok 70% Kebutuhan Nasional

Sebagai gambaran, rata-rata utilisasi produki baja nasional masih sekitar 40-60 persen.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Amartha dan Principal Dorong Percepatan Capaian SDGs

"Tren investasi berdampak sosial akan terus berkembang ke depannya karena investor mulai mempertimbangkan value dan impact dalam berinvestasi," ujar Aria.

EKONOMI | 12 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS