Laba Bersih BCA Tumbuh 10,5% Tembus Rp 28,6 Triliun

Laba Bersih BCA Tumbuh 10,5% Tembus Rp 28,6 Triliun
Ilustrasi BCA. (Foto: Antara)
Lona Olavia / WBP Kamis, 20 Februari 2020 | 17:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sepanjang 2019 tumbuh 10,5 persen menjadi Rp 28,6 triliun dari 2018.

"BCA berhasil mencatat pertumbuhan kinerja yang baik di tahun 2019 dengan kenaikan laba sebelum provisi dan pajak penghasilan (PPOP) sebesar 15,5 persen ditopang pertumbuhan laba operasional sebesar 13,6 persen,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (20/2).

Kinerja usaha BCA, ungkapnya tetap solid di tengah konsumsi domestik yang moderat dan ketidakpastian global yang masih berlanjut. BCA mempertahankan keunggulan bisnisnya dalam perbankan transaksi dan penyaluran kredit, sehingga dana giro dan tabungan (CASA) dapat tumbuh 9,9 persen mencapai Rp 532 triliun dan total kredit meningkat 9,5 persen menjadi Rp 603,7 triliun.

Pertumbuhan kredit, jelasnya, terutama didukung segmen bisnis, termasuk kredit korporasi yang tumbuh 11,1 persen menjadi Rp 236,9 triliun dan peningkatan kredit komersial & SME sebesar 12 persen menjadi Rp 202,9 triliun pada Desember 2019. Sementara itu kredit konsumer tumbuh 4,3 persen menjadi Rp 158,3 triliun, di mana segmen KPR tumbuh 6,5 persen menjadi Rp 93,7 triliun, kredit kendaraan bermotor (KKB) turun 1,1 persen menjadi Rp 47,6 triliun dan outstanding kartu kredit tumbuh 9,4 persen menjadi Rp 14,1 triliun.

Pada periode yang sama, pembiayaan syariah juga tercatat tumbuh 15,2 persen menjadi Rp 5,6 triliun. Di mana, rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat pada level 1,3 persen pada Desember 2019, dibandingkan 1,4 persen pada tahun sebelumnya.

Dengan upaya tersebut, BCA dapat mencapai pertumbuhan dana inti CASA yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 9,9 persen, menjadi Rp 532 triliun dan berkontribusi sebesar 75,5 persen dari total dana pihak ketiga pada Desember 2019. Jumlah rekening dana pihak ketiga juga menunjukan tren peningkatan, sebesar 14,2 persen dan hampir mencapai 22 juta rekening pada akhir 2019 melalui layanan pembukaan rekening online maupun di cabang.

Sementara , deposito mengalami pertumbuhan sebesar 14,4 persen mencapai Rp 172,8 triliun. Pada akhir tahun, total dana pihak ketiga tumbuh sebesar 11,0 persen menjadi Rp 704,8 triliun.

Peningkatan beban operasional juga diimbangi pertumbuhan pendapatan operasional. Di sisi pendapatan, BCA membukukan pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 13,6 persen menjadi Rp 71,6 triliun, didukung kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 12,1 persen menjadi Rp 50,8 triliun dan pertumbuhan pendapatan operasional lainnya sebesar 17,5 persen menjadi Rp 20,8 triliun.

Sedangkan di sisi biaya, beban operasional meningkat 11,2 persen menjadi Rp 30,7 triliun, sehingga rasio cost to income (CIR) terkelola dengan baik dan tercatat sebesar 43,7 persen. Rasio kecukupan modal (CAR) dan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) tercatat pada level yang sehat masing-masing sebesar 23,8 persen dan 80,5 persen. Rasio pengembalian terhadap aset (ROA) tercatat sebesar 4,0 persen sementara rasio pengembalian terhadap ekuitas (ROE) sebesar 18,0 persen

Di sisi lain, pada tahun 2019 BCA mencatat suatu peristiwa penting yaitu penyelesaian akusisi Bank Royal. Aksi korporasi tersebut sejalan dengan program konsolidasi perbankan nasional. Memasuki tahun 2020, BCA tetap optimistis terhadap potensi ekonomi Indonesia dan soliditas sektor perbankan nasional.



Sumber: BeritaSatu.com