Pemerintah Siapkan Rp900 M Kejar Swasembada Gula
Selasa, 17 Juli 2012 | 18:56 WIB
Dialokasikan untuk bongkar ratun dan pengembangan bibit tebu.
Pemerintah menyiapkan Rp900 miliar untuk tahun depan demi mengejar target swasembada gula 5,7 juta ton pada 2014.
Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Gamal Nasir memaparkan, anggaran Rp900 miliar itu akan dialokasikan untuk program bongkar ratun Rp400 miliar dan sisanya dimanfaatkan untuk pengembangan bibit tebu dari kultur jaringan, ekstensifikasi, serta integrasi tebu dan ternak.
"Program bongkar ratun akan dilakukan di Jawa Timur dan Jawa Tengah seluas 50 ribu hektare (ha)," kata dia, di Jakarta, hari ini.
Menurut dia, ada beberapa faktor yang mendukung kenaikan produksi gula. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang baik. Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tebu meningkat dengan rendemen 7,81 persen dari tahun lalu 7,21 persen.
Menurut Gamal, kendala utama tidak tercapainya target produksi gula secara nasional adalah akibat sulitnya memperoleh tambahan lahan. Saat ini, luas lahan gula hanya 450 ribu hektare (ha).
Padahal, untuk mencapai swasembada gula diperlukan perluasan lahan 350 ribu ha. Akibatnya, pemerintah merevisi target swasembada gula dari 5,7 juta ton menjadi 4,8 juta ton.
"Karena sangat sulit, kami tidak mengharapkan lagi adanya penambahan lahan. Tetapi kami tetap optimistis swasembada gula bisa tercapai pada 2014," papar Gamal.
Pemerintah menyiapkan Rp900 miliar untuk tahun depan demi mengejar target swasembada gula 5,7 juta ton pada 2014.
Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Gamal Nasir memaparkan, anggaran Rp900 miliar itu akan dialokasikan untuk program bongkar ratun Rp400 miliar dan sisanya dimanfaatkan untuk pengembangan bibit tebu dari kultur jaringan, ekstensifikasi, serta integrasi tebu dan ternak.
"Program bongkar ratun akan dilakukan di Jawa Timur dan Jawa Tengah seluas 50 ribu hektare (ha)," kata dia, di Jakarta, hari ini.
Menurut dia, ada beberapa faktor yang mendukung kenaikan produksi gula. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang baik. Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tebu meningkat dengan rendemen 7,81 persen dari tahun lalu 7,21 persen.
Menurut Gamal, kendala utama tidak tercapainya target produksi gula secara nasional adalah akibat sulitnya memperoleh tambahan lahan. Saat ini, luas lahan gula hanya 450 ribu hektare (ha).
Padahal, untuk mencapai swasembada gula diperlukan perluasan lahan 350 ribu ha. Akibatnya, pemerintah merevisi target swasembada gula dari 5,7 juta ton menjadi 4,8 juta ton.
"Karena sangat sulit, kami tidak mengharapkan lagi adanya penambahan lahan. Tetapi kami tetap optimistis swasembada gula bisa tercapai pada 2014," papar Gamal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




