Populasi Akses Listrik Indonesia di Bawah Negara ASEAN

Populasi Akses Listrik Indonesia di Bawah Negara ASEAN
Ilustrasi Jaringan Listrik ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Lenny Tristia Tambun / WBP Jumat, 3 April 2020 | 10:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan meski rasio elektrifikasi pedesaan sudah melampui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, namun populasi akses listrik (electricity access population) di Indonesia masih di bawah negara ASEAN. Untuk populasi akses listrik, Indonesia di peringkat 95. Sementara Malaysia peringkat 87, Vietnam peringkat 84 serta Singapura.

“Kita juga harus melihat electricity access population Indonesia masih di peringkat 95, tertinggal dari Malaysia, Vietnam, Singapura, Thailand, Tiongkok dan Korea Selatan,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) yang membahas peningkatan rasio elektrifikasi pedesaan melalui video conference dari Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Baca juga: Jokowi Sebut Rasio Elektrifikasi Pedesaan Lampui Target RPJMN

Tidak hanya itu, kualitas pasokan listrik (electricity supply quality) Indonesia juga masih tertinggal dari negara-negara tetangga. Indonesia masih berada di peringkat 54, Filipina di peringkat 53, Malaysia di peringkat 38, Thailand di peringkat 31, Tiongkok peringkat 18 dan Singapura di peringkat kedua. “Begitu juga dengan electricity supply quality kita juga masih berada di peringkat 54,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebutkan rasio elektrifikasi pedesaan pada hingga 2020 telah mencapai 99,48 persen. Angka ini meningkat cukup signifikan bila dibandingkan rasio elektrifikasi pada 2014 yang mencapai 84 persen. Pencapaian rasio elektrifikasi pedesaan hingga 2020 ini, diklaim Jokowi sudah melampui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 yang ditetapkan sebesar 96 persen.

Sementara pencapaian rasio elektrifikasi pedesaan hingga tahun 2020 masih belum melampui target yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia sebesar 99,9 persen. Diharapkan target tersebut dapat tercapai pada tahun 2020.



Sumber: BeritaSatu.com