ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Laba Astra Agro Lestari Turun 24 Persen

Rabu, 25 Juli 2012 | 17:27 WIB
IH
B
CPO
CPO
Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp3,85 triliun dari Rp3,24 triliun

Sepanjang semester I 2012, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat laba bersih sebesar Rp996,36 miliar. Angka ini menurun sekitar 24,37 persen dibandingkan laba bersih  perseroan periode sama 2011 yang tercatat sebanyak Rp1,32 triliun.
 
Demikian dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini. 

Pendapatan bersih perseroan semester I 2012 justru mengalami kenaikan sebesar Rp5,64 triliun dari Rp5,29 triliun di periode sama 2011. Namun beban pokok pendapatan juga ikut naik menjadi Rp3,85 triliun dari Rp3,24 triliun.

Menurut Direktur AALI, Juddy Atianto, pada laporan keuangan audit konsolidasi per 30 Juni 2012 ini, total liabilitas perseroan mengalami  kenaikan sebesar Rp1,35 triliun.
 
Jumlah tersebut meningkat 76 persen dibandingkan total liabilitas perseroan per 31 Desember 2011.
 
Menurut Juddy, kenaikan tersebut terutama pada akun pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp822 miliar, akun Akrual sebesar Rp276 miliar dan akun utang usaha sebesar Rp209 miliar. Selain itu, kata Juddy, terutama  dikarenakan adanya penerimaan pinjaman untuk pendanaan operasional, akrual gaji dan tunjangan serta adanya pembelian pupuk, mesin dan suku cadang.
 
Perseroan juga mencatat total volume penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mencapai 644,44 ribu ton di semester I 2012. Jumlah ini meningkat 13,7 persen dari volume penjualan di periode yang sama tahun 2011 yang mencapai 566,77 ribu ton.
 
Kenaikan sepanjang enam bulan pertama tersebut didorong naiknya volume penjualan lokal CPO perseroan sebesar 17,6 persen menjadi 631,94 ribu ton atau menyerap sebesar 98,1 persen dari total volume penjualan. Sedangkan volume penjualan kernel naik sebesar 37,6 persen menjadi 92,84 ribu ton.
 
Harga rata-rata penjualan CPO dan kernel selama periode tersebut mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,6 persen dan 34,2 persen menjadi Rp7.886 per kilogram (net) dan Rp4.028 per kilogram. Di periode ini, perseroan telah mencatat kenaikan produksi CPO sebesar 7,1 persen.
 
Dengan kenaikan itu, produksi CPO perseroan mencapai 636,49 ribu ton dari 594,16 ribu ton di periode yang sama tahun lalu. Kenaikan produksi CPO  perseroan sepanjang semester I tahun ini didukung oleh meningkatnya jumlah tandan buah segar (TBS) yang di produksi.
 
Produksi TBS perseroan mencapai 2,45 juta ton meningkat 7,9 persen dari 2,27 juta ton tahun sebelumnya. Disisi lain, produksi kernel perseroan  juga mengalami kenaikan yang cukup baik di level 13,9 persen. Kernel perseroan mencapai 140.539 ton atau meningkat sebesar dari 123,397 ton  pada periode yang sama tahun lalu.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon