Akuisisi Bahana, BNI Siapkan Obligasi Rekap Rp1,2 Triliun
Jumat, 27 Juli 2012 | 14:09 WIB
Saat ini, BNI masih memiliki obligasi rekapitulasi senilai Rp17 triliun.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berencana melepas obligasi rekapitalisasi senilai Rp1,2 triliun.
Dananya untuk mengakuisisi PT Bahana Pembangunan Usaha Indonesia (BPUI).
Direktur Utama BNI Gatot Suwondo menuturkan, perseroan telah mengirim surat kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait rencana aksi korporasi tersebut. Namun hingga kini, belum ada pembahasan lebih lanjut dengan Kementerian BUMN terkait hal tersebut.
"Nilai akuisisinya tergantung kebutuhan Bahana, tetapi perhitungan saya sih sekitar Rp1,2 triliun. Tetap keputusannya ada di pemerintah," ujar Gatot di Jakarta, hari ini.
Salah satu kendala akuisisi ini adalah BNI melakukan pembelian BPUI dengan obligasi rekapitulasi. Saat ini, BNI masih memiliki obligasi rekapitulasi senilai Rp17 triliun. "Kita ingin bayar dengan obligasi rekapitulasi. Sebenarnya itu mengurangi utang negara," ungkap dia.
Selain utang negara akan lunas senilai BPUI tersebut, Gatot menambahkan, langkah akuisisi ini akan menguntungkan Kementerian BUMN karena tidak perlu lagi mengurus BPUI. "Kalau jadi diambilalih masuknya dibawah BNI," kata Gatot.
Saat ini, BPUI dalam proses restrukturisasi PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menyusul kinerja keuangan yang kurang sehat. Proses revitalisasi ini dilakukan agar kondisi keuangan BPUI kembali normal.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berencana melepas obligasi rekapitalisasi senilai Rp1,2 triliun.
Dananya untuk mengakuisisi PT Bahana Pembangunan Usaha Indonesia (BPUI).
Direktur Utama BNI Gatot Suwondo menuturkan, perseroan telah mengirim surat kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait rencana aksi korporasi tersebut. Namun hingga kini, belum ada pembahasan lebih lanjut dengan Kementerian BUMN terkait hal tersebut.
"Nilai akuisisinya tergantung kebutuhan Bahana, tetapi perhitungan saya sih sekitar Rp1,2 triliun. Tetap keputusannya ada di pemerintah," ujar Gatot di Jakarta, hari ini.
Salah satu kendala akuisisi ini adalah BNI melakukan pembelian BPUI dengan obligasi rekapitulasi. Saat ini, BNI masih memiliki obligasi rekapitulasi senilai Rp17 triliun. "Kita ingin bayar dengan obligasi rekapitulasi. Sebenarnya itu mengurangi utang negara," ungkap dia.
Selain utang negara akan lunas senilai BPUI tersebut, Gatot menambahkan, langkah akuisisi ini akan menguntungkan Kementerian BUMN karena tidak perlu lagi mengurus BPUI. "Kalau jadi diambilalih masuknya dibawah BNI," kata Gatot.
Saat ini, BPUI dalam proses restrukturisasi PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menyusul kinerja keuangan yang kurang sehat. Proses revitalisasi ini dilakukan agar kondisi keuangan BPUI kembali normal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




