ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jadi Sumber Pangan, Singkong Mempunyai Nilai Strategis

Kamis, 14 Mei 2020 | 10:19 WIB
H
B
Penulis: Heriyanto | Editor: B1
 Panen bersama singkong unggul LIPI di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Kamis (8/11).
Panen bersama singkong unggul LIPI di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Kamis (8/11). (Ari Rikin/Ari Rikin)

Jakarta, Beritasatu.com – Singkong menjadi salah satu sumber makanan sepanjang masa, termasuk dalam kondisi krisis atau darurat. Selain untuk pangan, Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) menilai singkong memiliki peran strategis untuk bahan baku lainnya dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Ketua Umum Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Arifin Lambaga dalam keterangan tertulis di Jakarta, belum lama ini, menegaskan bahwa pangan lokal, seperti singkong, bisa dioptimalkan bagi seluruh lapisan masyarakat. Apalagi, pada masa krisis selama pandemi Covid-19, singkong sebagai menjadi sumber pangan keluarga.

Dia menjelaskan, berbagai jenis pangan lokal tersebut pun bisa diolah dalam berbagai bentuk makanan (kuliner) atau menjadi bahan campuran dengan bahan baku lainnya. Sejumlah daerah di Indonesia mempunyai kekhasan makanan yang diolah dari singkong, sagu, dan umbi-umbian.

"Singkong merupakan makanan yang sudah sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Demikian juga sagu dan umbi-umbian bisa diolah dalam berbagai produk turunan," ujar Arifin.

ADVERTISEMENT

Baca : Diperlukan Industri, Impor Singkong 2018 Bisa Capai 500 Ribu Ton

Selain kebutuhan pangan, singkong juga memiliki peran strategis karena bisa diolah untuk berbagai keperluan dalam industri dan bahan baku lainnya. Manfaat dari produk turunan singkong tersebut sangat besar.

"Untuk itu pengembangan singkong ini sangat diperlukan dan butuh dukungan dari banyak pihak. Tidak mungkin MSI sendiri, tetapi kolaborasi dengan berbagai sektor usaha, industri, pendidikan dan dunia akdemis sangat penting," jelasnya.

Baca : Kebutuhan Industri Besar, Pasokan Singkong Masih Minim

Sementara itu, Dewan Pakar MSI Prof Wisnugroho menjelaskan salah satu pengembangan singkong bisa dilakukan dengan mendorong badan usaha milik petani (BUMP). Pengembangan BUMP itu bisa menjadikan petani sebagai pelaku utama dan merasakan dampak yang besar dari komoditas yang dikembangkannya.

"Beberapa desa sudah mengembangkan BUMP dengan baik, singkong bisa menjadi salah satu komoditas dalam kegiatan BUMP tersebut," ujarnya.

Sejak berdirinya, MSI sudah mendorong perlunya menjadikan singkong sebagai komoditas strategis. Salah satu moto yang selalu didengungkan adalah Singkong Sejahtera Bersama (SSB).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Targetkan Harga Singkong Rp 1.350 Per Kg Berpati Tinggi

Pemerintah Targetkan Harga Singkong Rp 1.350 Per Kg Berpati Tinggi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon