35 SPBG Baru Siap Beroperasi di Jakarta-Surabaya Tahun 2013
Jumat, 3 Agustus 2012 | 03:03 WIB
Pembangunan SPBG di kawasan lain akan dimulai secara bertahap hingga efektif operasional pada tahun 2013.
Pemerintah akan menyiapkan 35 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di wilayah Jakarta dan Surabaya pada akhir tahun 2012 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menggunakan kendaraan berbahan bakar gas.
"Kalau 35 SPBG baru itu cuma Jakarta dan Surabaya. Yang pertama jadi itu 10 Desember 2012," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Rudi Rubiandini, saat ditemui di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (2/8) malam.
Rudi mengatakan bahwa pembangunan SPBG di kawasan lain akan dimulai secara bertahap hingga efektif operasional pada tahun 2013. Saat ini, lanjut dia, pemerintah sedang menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi terkait dengan pembangunan SPBG ini, seperti pembebasan lahan serta surat perizinan penyediaan gas dari BP Migas dan Pertamina.
"Khusus Jatim masih terkendala pelelangan tanah karena belum dibebaskan. Ada juga beberapa kendala kecil, yaitu surat-surat misalnya kayak BP Migas sudah berani dulu melakukan perjanjian jual beli gas ke Pertamina sebelum ada surat penunjukan dari ESDM," papar dia.
Menurut dia, pemerintah juga akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk pengadaan SPBG bergerak di tempat-tempat umum, seperti mal dan pasar swalayan, sehingga memudahkan masyarakat untuk mengisi gas.
"Jadi, selain SPBG yang sekarang ada, kita juga menyediakan SPBG mobile datang ke situ sehingga siapa pun yang di pasar swalayan bisa mengisi di supermarket. Ini yang disiapkan karena jika menggunakan yang 'stay', akan kurang. Itu nanti ditariknya pakai mobil boks yang truk," tutur Wamen ESDM itu.
Pemerintah akan menyiapkan 35 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di wilayah Jakarta dan Surabaya pada akhir tahun 2012 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menggunakan kendaraan berbahan bakar gas.
"Kalau 35 SPBG baru itu cuma Jakarta dan Surabaya. Yang pertama jadi itu 10 Desember 2012," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Rudi Rubiandini, saat ditemui di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (2/8) malam.
Rudi mengatakan bahwa pembangunan SPBG di kawasan lain akan dimulai secara bertahap hingga efektif operasional pada tahun 2013. Saat ini, lanjut dia, pemerintah sedang menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi terkait dengan pembangunan SPBG ini, seperti pembebasan lahan serta surat perizinan penyediaan gas dari BP Migas dan Pertamina.
"Khusus Jatim masih terkendala pelelangan tanah karena belum dibebaskan. Ada juga beberapa kendala kecil, yaitu surat-surat misalnya kayak BP Migas sudah berani dulu melakukan perjanjian jual beli gas ke Pertamina sebelum ada surat penunjukan dari ESDM," papar dia.
Menurut dia, pemerintah juga akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk pengadaan SPBG bergerak di tempat-tempat umum, seperti mal dan pasar swalayan, sehingga memudahkan masyarakat untuk mengisi gas.
"Jadi, selain SPBG yang sekarang ada, kita juga menyediakan SPBG mobile datang ke situ sehingga siapa pun yang di pasar swalayan bisa mengisi di supermarket. Ini yang disiapkan karena jika menggunakan yang 'stay', akan kurang. Itu nanti ditariknya pakai mobil boks yang truk," tutur Wamen ESDM itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




