Astronacci: Indek Masih Berfluktuatif
Jumat, 3 Agustus 2012 | 09:30 WIB
Investor harus masih menunggu swing bottom.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih bergerak fluktuatif menyusul belum kondusifnya krisis Eropa.
"Indeks akan dalam fase koreksi dalam beberapa hari kedepan hingga area gap," kata Presiden Direktur Astronacci Gema Goeryadi, hari ini.
Dia mengatakan, momentum IHSG memperlihatkan pelemahan bullish jangka pendek. Namun sesuai price Analysis, setelah menemui area gap-nya, indeks berpeluang menguat hingga 4.200 sesuai area external retracement 161,8 persen.
Dalam kondisi pasar seperti ini, kata Gema, investor harus menunggu swing bottom untuk melakukan pembelian dan bersabar menghadapi pasar yang sangat volatile selama Mercury Retrograde hingga tanggal 8 Agustus mendatang.
Menurut Gema, pelemahan IHSG kemarin merupakan koreksi lanjutan menyusul pidato President European Central Bank (ECB) Mario Draghi yang tidak sesuai ekspektasi pasar. ECB berencana melakukan pembelian obligasi sebagai solusi, dan bukan mengucurkan dana bantuan.
Begitu juga dengan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menunda kembali keputusan memberikan Quantitative Easing 3 (QE3) hingga September 2012.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih bergerak fluktuatif menyusul belum kondusifnya krisis Eropa.
"Indeks akan dalam fase koreksi dalam beberapa hari kedepan hingga area gap," kata Presiden Direktur Astronacci Gema Goeryadi, hari ini.
Dia mengatakan, momentum IHSG memperlihatkan pelemahan bullish jangka pendek. Namun sesuai price Analysis, setelah menemui area gap-nya, indeks berpeluang menguat hingga 4.200 sesuai area external retracement 161,8 persen.
Dalam kondisi pasar seperti ini, kata Gema, investor harus menunggu swing bottom untuk melakukan pembelian dan bersabar menghadapi pasar yang sangat volatile selama Mercury Retrograde hingga tanggal 8 Agustus mendatang.
Menurut Gema, pelemahan IHSG kemarin merupakan koreksi lanjutan menyusul pidato President European Central Bank (ECB) Mario Draghi yang tidak sesuai ekspektasi pasar. ECB berencana melakukan pembelian obligasi sebagai solusi, dan bukan mengucurkan dana bantuan.
Begitu juga dengan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menunda kembali keputusan memberikan Quantitative Easing 3 (QE3) hingga September 2012.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




