Praktisi Hukum Sebut Tidak Ada Nama OSO di PT Mahkota
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Praktisi Hukum Sebut Tidak Ada Nama OSO di PT Mahkota

Minggu, 31 Mei 2020 | 10:03 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Praktisi Hukum Welfrid Silalahi menyayangkan pemberitaan seputar kasus yang menyeret nama Oesman Sapta Odang (OSO) dan anaknya Raja Sapta Oktohari (RSO) terkait kasus PT Mahkota Properti Indo Permata (MPIP) dan PT Mahkota Properti Indo Senayan (MPIS). Menurut Welfrid, pemberitaan tersebut patut diduga sarat dengan penyesatan informasi.

Pertama, sedang ada yang berupaya membangun opini bahwa OSO terlibat dalam kasus ini, itu tidak benar sama sekali. Ditelusuri dari sisi manapun tidak ada nama Pak OSO dalam kasus ini,” kata Welfrid dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2020).

Welfrid menilai sekarang sengaja dibangun upaya untuk mendiskreditkan nama baik OSO sebagai tokoh publik. Menurut dia, kasus dua perusahaan tersebut adalah sengketa korporasi yang tidak ada kaitannya dengan OSO.

“Pak OSO tidak terlibat di dalamnya, bahkan OSO Sekuritas pun tidak ada kaitannya dengan kasus ini. Jadi patut diduga ada pihak yang sengaja ingin menyeret nama Pak OSO dalam kasus ini,” tandasnya.

Kedua, lanjut Welfrid Silalahi terkait dengan pemberitaan bahwa ada keterlibatan Raja Sapta Oktohari (RSO) dalam kasus ini. Perlu diketahui, kata dia, bahwa saat ini RSO sudah tidak lagi menjabat sebagai direktur utama PT MPIP.

“Berita ini menguat ketika ada pihak yang sedang melaporkan RSO ke polisi atas dugaan penipuan, itu sedang dalam proses hukum dan RSO menghormati proses hukum tersebut. Namun ada pihak yang sengaja menggiring opini di media sosial dan berita bahwa seolah-olah RSO melakukan tindak penipuan dengan mendahului proses hukum yang sedang berlangsung, karena itu pihak RSO juga telah melaporkan tindak pidana pencemaran nama baik itu ke pihak kepolisian,” jelas Welfrid.

Mengenai solusi persoalan bisnis PT Mahkota, Welfrid Silalahi mengatakan hal tersebut juga penting diklarifikasi. Saat ini, tutur dia, sedang berlangsung proses pengajuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

“Hasil dari PKPU tersebut kelak akan lahir keputusan restrukturisasi yang menjadi solusi bagi semua pihak, sejak awal PT. MPIP tidak akan lari dari tanggungjawab sesuai peraturan yang berlaku,” tandas dia.

Menurut Welfrid, hal terakhir yang perlu diluruskan adalah terkait pembentukan opini bahwa seolah-olah PT MPIP melakukan penipuan terhadap investornya. Hal tersebut sama sekali tidak benar, karena dana dari masyarakat telah diinvestasikan pada proyek dan saham yang memiliki nilai bisnis yang menguntungkan.

“Atas investasi tersebut investor sudah menikmati dalam bentuk bunga. Ketika terjadi krisis yang menimpa bisnis properti dan pasar modal sejak semester II Tahun 2018 perusahaan masih terus melaksanakan kewajiban sampai badai Covid-19 datang di tahun 2020. Namun yang penting diketahui, aset yang dimiliki perusahaan akan dapat membayar dalam hal investasi investor, restrukturisasi bisnis sudah bisa dilaksanakan seiring membaiknya perekonomian dan meredanya badai Covid-19,” tegas Welfrid.

Terkait bencana nasional Covid-19 yang melanda dunia, Welfrid mengungkapkan hampir semua sektor usaha dan investasi mengalami krisis. Namun, dia memastikan pihak PT MPIP dan MPIS selalu beritikad baik untuk mencari solusi dan tidak pernah berpikir untuk mangkir dari kewajibannya.

“Sangat disayangkan jika ada segelintir pihak yang memanfaatkan momentum ini justru untuk melakukan tindakan yang terlihat tidak peka terhadap krisis nasional dan dunia ini. Saya sebutkan segelintir, karena faktanya lebih dari 90% investor, setuju untuk menunggu hasil PKPU yang sedang berlangsung,” pungkas Welfrid.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kodim Belitung dan Nagan Raya Motivasi Petani Tanam Singkong

Panen singkong sekitar 30 ton per hektare menjadi sumber penghasilan baru masyarakat.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Sepanjang 2020, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 25,06 Triliun

Nilai Rp 25,06 triliun merupakan 28 emisi dari 23 perusahaan.

EKONOMI | 31 Mei 2020

Sepekan Transaksi, Kapitalisasi Bursa Bertambah Rp 240 Triliun

IHSG ditutup pada level 4.753 atau naik 208 poin dari 4.545 pada pekan sebelumnya.

EKONOMI | 31 Mei 2020

New Normal, Dunia Usaha Siap Patuhi Protokol Kesehatan

Kadin menyambut baik langkah pemerintah yang mengerahkan untuk segera masuk ke dalam new normal.

EKONOMI | 30 Mei 2020

Kemkop dan UKM Gandeng BUMN Pangan Perluas Program Warung Tetangga

Kemkop dan UKM gandeng BUMN yang banyak menangani soal pangan untuk memperluas jangkauan program Warung Tetangga.

EKONOMI | 30 Mei 2020

Kepala BP2MI Sambut Sembilan ABK

Kepala BP2MI dan Menaker sambut kedatangan sembilan ABK ke Tanah Air.

EKONOMI | 30 Mei 2020

Brantas Abipraya Siap Laksanakan New Normal

Brantas Abipraya telah mempersiapkan protokol skenario normalitas baru.

EKONOMI | 30 Mei 2020

Agen46 Bantu Penyaluran Sembako di Tengah Pandemi Covid-19

Agen46 turut membantu penyaluran sembako dari pemerintah bagi masyarakat yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

EKONOMI | 30 Mei 2020

Fokus Jalankan Segmentasi B2B, Jadi Target Startup Multikurir.id

PT Versa Technology mengganti brand bisnis sebelumnya yaitu dari platform waku.id menjadi multikurir.id.

EKONOMI | 30 Mei 2020

Sandiaga: Industri Jamu Miliki Prospek Bagus di Era Normal Baru

Produk jamu kebanyakan berbasis lokal dengan bahan baku tersedia di dalam negeri.

EKONOMI | 30 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS