ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kagama Inkubasi Bisnis XII, Stafsus Presiden Berbagi Kiat Pertahankan Bisnis di Masa Krisis

Minggu, 28 Juni 2020 | 13:04 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Staf khusus presiden Putri Indasari Tanjung.
Staf khusus presiden Putri Indasari Tanjung. (Instagram Putri Tanjung)

Jakarta, Beritasatu.com - Dunia bisnis tidak akan lepas dari perubahan. Entrepreneur yang menjadi pemimpin dari sebuah bisnis, sejatinya harus memiliki kemampuan beradaptasi, termasuk di dalamnya siap mengubah pola pikir setiap kali perubahan terjadi. Namun, tetap harus konsisten dengan tujuannya.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Presiden RI, Putri Indahsari Tanjung, dalam forum Kagama Inkubasi Bisnis XII, bertema Kebangkitan UMKM dan Entrepreneur Milenial di Era New Normal, secara daring, Sabtu (28/6/2020).

Selain Putri Tanjung, hadir dalam seminar tersebut Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi; Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki; Koordinator Staf Khusus Presiden/ Sekretaris Jenderal PP Kagama, AAGN Ari Dwipayana. Serta narasumber Yuswohadi, pakar Marketing/Branding. Bertindak selaku moderator Aji Erlangga, Kordep Peningkatan Kompetensi Alumni PP Kagama.

ADVERTISEMENT

Putri menjelaskan, untuk menjadi pemimpin yang mampu beradaptasi, pelaku UMKM harus bisa membangun kolaborasi dengan orang lain dan timnya sendiri. Selanjutnya adalah memikirkan tujuan jangka pendek. Karena perubahan kebutuhan dan  permintaan begitu cepat, maka tujuan bisnis jangka pendek lebih dibutuhkan daripada jangka panjang.

Di samping mampu beradaptasi, entrepreneur harus bisa berinovasi dan membangun mindset. Tiga hal ini penting dilakukan, agar seorang entrepreneur bisa menciptakan peluang maupun melihat peluang.

"Inovasi bisa dilakukan dengan tiga hal yakni, menginovasi produk, packaging, dan channel innovation dengan digitalisasi. Ada pengusaha yang mengkolaborasikan kopi dengan jamu, setelah melihat orang mulai memperhatikan pola hidup sehat dengan meminum jamu," ungkap Founder dan CEO Creativepreneur ini.

Kemudian pengemasan juga perlu diperhatikan. Terlebih lagi, di masa pandemi orang akan sangat fokus pada kemasan, berjaga-jaga produk yang dikonsumsi bersih dan sehat.

"Milenial yang umumnya melek teknologi dan kini sedang berjuang sebagai pelaku UMKM, perlu memanfaatkan sebaik mungkin teknologi yang ada,"

"Jika bukan pelaku UMKM, milenial punya kesempatan untuk berperan memajukan perekonomian, dengan membantu para pelaku UMKM untuk melek digital," pungkas perempuan kelahiran 1996 ini.

Bertahan menjadi tujuan yang harus dicapai saat ini. Tetapi, menurut Putri, bertahan saja tak cukup. UMKM harus berkembang, mengingat perubahan selalu terjadi di dunia industri.

"Selain leadership dan enterpreneur mindset, penting bagi pelaku UMKM untuk resilience, agar bisa menjadi pebisnis yang sukses. Artinya, ketika sedang jatuh pelaku UMKM harus cepat untuk bangkit kembali," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon